Unsur Kampus Untad Sikapi Masalah Pengelolaan Dana BLU

oleh -923 Kali Dilihat
Dari kanan: Dr Mukhtar Lutfi, Dr. Muh Nur Sangadji, Dr. Nisbah M.Si dan Drs Jamaluddin Mariajang, M.Si serta Prof Jayani. (FOTO: IST)

PALU – Beberapa unsur Kampus Universitas Tadulako (Untad) yang terdiri dari Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PP-IKA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas dan Kelompok Peduli Kampus (KPK), menggelar pertemuan khusus untuk menyikapi masalah kampus yang tengah menjadi perhatian publik saat ini.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Ahad (25/07) tersebut diinisiasi oleh PP-IKA Untad dengan maksud untuk menyamakan pandangan dan sikap terhadap kondisi Untad yang dinilai semakin memprihatinkan.

PP IKA Untad sendiri sangat mendukung langkah penyelamatan Untad yang dilakukan KPK Untad, dari dugaan adanya implikasi oligarki kampus terhadap kerawanan praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Menurut salah seorang inisiator KPK Untad, Jamaluddin Mariajang, unsur kampus sepakat melihat fenomena munculnya oligarki kampus yang selama ini tidak pernah terjadi sejak kepemimpinan Rektor Prof Mattulada hingga Rektor Sahabuddin Mustafa.

Dari kiri: Sekjen PP IKA Untad Dr. Muzakkir Tawil, Ketua BEM Untad Wiranto dan Presidium PP IKA Arifin Sunusi, SH. (FOTO: IST)

Menanggapi gejala ini, Arifin Sunusi, SH selaku salah seorang Ketua Presidium IKA menilai, oligarki ini sangat membahayakan kampus karena lebih berorientasi kekuasaan, rawan melahirkan dominasi politik dari kelompok yang selalu berkeinginan melanggengkan kekuasaannya di universitas.

“Secara teori, kekuasaan yang bertahan lama akan sulit terhindar dari praktik korupsi,” lanjut Arifin.

Menegaskan sikap PP IKA, Arifin menyatakan bahwa presidium PP IKA Untad berkesimpulan bahwa, demi menjaga harkat martabat kehormatan dan nama baik Untad, maka perlu dilakukan langkah strategis, terukur, bermartabat dgn mengedepankan keadaban.

“Mendorong dan memperkuat KPK Untad dalam melakukan otokritik perbaikan Untad, baik melalui jalur diplomasi legislatif, maupun jalur hukum (pengadilan) serta mendorong dan memperkuat BEM Untad untuk bersama-sama melakukan gerakan perbaikan Untad yang lebih baik ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua BEM Untad, Wiranto menambahkan, menyimak secara cermat isu terkini Untad di mata publik, maka menurutnya terlalu naif mengabaikan kepentingan mahasiswa dalam perbaikan menajemen keuangan BLU sebagai respon terhadap temuan Dewas.

“Disini kami sejalan dengan sikap para senior kami baik di PP IKA maupun KPK Untad,” kata Wiranto. (RIFAY)