UIN Datokarama Mulai Siapkan Perkuliahan Tatap Muka di Sigi

oleh -74 Kali Dilihat
Kampus 2 UIN Datokarama di Sigi

SiGI – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, mulai mempersiapkan pelaksanaan perkuliahan yang berlangsung secara tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat, di kampus dua di Desa Pombewe Kecamatan Sigi, Biromaru.

“Kami telah pelaksanaan pertemuan dan membahas rencana Tatap Muka (PTM) langsung, yang melibatkan wakil-wakil dekan bidang akademik di semua fakultas”kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Datokarama Palu, Prof Abidin Djafar saat di kampus II UIN Desa Pombewe.

Abidin mengatakan, pelaksanaan PTM langsung dilaksanakan dengan merujuk pada ketentuan perundang-undangan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat. Salah satunya yakni edaran Kementerian Agama, sesuai ketentuan dilakukan secara terbatas untuk wilayah level satu dan dua, PTM dilakukan 50 persen.

Sementara untuk level tiga dan empat, PTM langsung dilakukan dengan jumlah 25 persen peserta yang hadir dalam ruangan kelas belajar.

“Jadi, 50 persen dan 25 persen berdasarkan jumlah mahasiswa dalam satu kelas. Misalnya kalau jumlah mahasiswa satu kelas 40 orang, maka 50 persen atau 25 dari jumlah tersebut,” ujarnya.

Perkuliahan tatap muka langsung di kampus dua di Sigi, menghadirkan 50 persen mahasiswa setiap ruang kelas belajar. Selain itu, juga ditekankan oleh pemerintah, dalam pelaksanaan PTM langsung secara terbatas, dosen dan mahasiswa dipastikan telah divaksin.

Selanjutnya, menyediakan sarana pencegahan COVID-19 seperti cuci tangan, masker dan alat pengukur suhu tubuh, serta pengaturan tempat duduk.

“UIN Datokarama Palu siap menyelenggarakan perkuliahan tatap muka langsung, yang dilaksanakan dengan menghadirkan mahasiswa secara terbatas untuk kampus satu di Kota Palu dan kampus dua di Kabupaten Sigi,” terangnya.

Sementara Kabag Perencanaan UIN Datokarama Palu Ahdar menyatakan, semua Sarpras yang terbangun di kampus dua Desa Pombewe melalui skema pembiayaannya berasal dari SBSN dengan total keseluruhan 72 kelas.

“Namun rusak 24 kelas atau dua gedung rusak karena terdampak gempa 28 September 2018, sehingga yang bisa digunakan tersisa 48 kelas atau dapat menampung 1.440 mahasiswa,” ujar Ahdar.

Reporter: Hady
Editor: Nanang