PALU – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama mengenalkan potensi destinasi wisata yang dimiliki Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Datokarama Dr Faisal Attamimi, di Kota Palu, Rabu, mengemukakan bahwa mengenalkan potensi destinasi wisata Kota Palu kepada PTKIN se-Indonesia, merupakan satu bentuk tanggung jawab, dan kontribusi nyata UIN Datokarama dalam membantu pemerintah daerah mengembangkan wisata dan menarik minat wisatawan berkunjung ke Kota Palu.

“Hal ini tentu sesuai dengan arahan dari Rektor UIN Datokarama Prof Lukman yang menekankan bahwa UIN Datokarama harus memberikan dampak terhadap pembangunan daerah, serta sejalan dengan upaya Kementerian Agama berdampak,” ucap Dr Faisal Attamimi.

Para Wakil – Wakil Rektor dan Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN, IAIN dan UIN, yang tergabung dalam Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-Indonesia Timur, dibawa oleh UIN Datokarama untuk menikmati salah satu spot wisata Kota Palu yaitu Puncak Bukit Paralayang Salena.

Dari Puncak Bukit Paralayang Salena, para pimpinan PTKIN tersebut menikmati panorama indah Kota Palu ayang dikenal dengan kota empat dimensi meliputi keindahan lembah yang membentang luas, sungai di tengah kota, teluk, dan pegunungan.

“Iya, FGD Poros Intim menjadi momentum penting bagi UIN Datokarama untuk mengenalkan potensi destinasi wisata. Para pimpinan PTKIN se-Indonesia Timur tidak hanya hadir untuk membahas berbagai persiapan kegiatan Poros Intim, melainkan juga menikmati keindahan wisata Kota Palu,” ujar Faisal Attamimi.

Sementara itu, Ketua Forum Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan PTKIN se-Indonesia Timur Dr Sitti Fauziah, mengaku kagum dengan keindahan wisata Puncak Bukit Paralayang Salena.

“Sata takjub dengan keindahan wisata ini. Ini adalah kenangan indah tentang sore di Puncak Paralayang Salena,” ujar Dr Sitti Fauziah yang merupakan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IAIN Kendari.

Terkait hal itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan mengemukakan bahwa di Kota Palu banyak spot wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Banyaknya potensi wisata, kata dia, menjadi nilai tersendiri bagi UIN Datokarama sebagai penyelenggara Poros Intim IV yang akan dilaksanakan pada Juli 2026.

“Sehingga mahasiswa dari PTKIN se-KTI nantinya, tidak hanya dating ke Kota Palu untuk bertanding, melainkan menikmati potensi wisata yang ada,” ungkapnya.

Selain objek wisata Puncak Bukit Paralayang Salena, UIN Datokarama juga mengenalkan kepada Masjid Raya Baitul Kahiraat Provinsi Sulawesi Tengah kepada para pimpinan PTKIN tersebut.

Dimana, para pimpinan PTKIN dibawa untuk sholat magrib berjamaah di Masjid Raya Baitul Kahiraat, setelah dari Puncak Bukit Paralayang Salena.***