PALU – Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pengurus Daerah Kagama Sulawesi Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergi UGM dan Kagama Sulawesi Tengah” di Hotel Santika Palu, Sabtu (17/1) Kegiatan ini diikuti pengurus Kagama Pusat dan Daerah, akademisi, narasumber, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Tengah yang dibacakan Inspektur Inspektorat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Fahrudin Yambas, M.Si, disampaikan bahwa forum ini menjadi ruang kolaborasi strategis antara akademisi dan alumni.

“Forum FGD ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemikiran akademik, pengalaman profesional alumni, serta kebutuhan nyata pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut serta menekankan komitmen pemerintah dalam percepatan pembangunan melalui program unggulan 9 Berani, termasuk Berani Cerdas.

“Sinergi dengan perguruan tinggi, khususnya Universitas Gadjah Mada, serta peran aktif Kagama sebagai komunitas intelektual dan profesional menjadi sangat relevan dan strategis,” tegasnya.

Ia menilai kolaborasi ini penting untuk peningkatan kualitas SDM Sulawesi Tengah.

“Dengan sinergi ilmu pengetahuan, integritas, dan semangat pengabdian, program Berani Cerdas akan menjadi penggerak utama lahirnya generasi Sulawesi Tengah yang unggul dan berkarakter,” tambahnya.

Menutup sambutannya, ia berharap hasil FGD dapat diimplementasikan.

“Saya berharap FGD ini melahirkan gagasan konstruktif, rekomendasi kebijakan, serta model kolaborasi nyata yang memperkuat implementasi Program Berani Cerdas di Sulawesi Tengah,” tutupnya sekaligus membuka kegiatan.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si., M.Sc., menegaskan peran Kagama dalam pembangunan daerah.

“Pengurus Kagama Sulawesi Tengah memiliki kontribusi nyata bagi pembangunan Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Ia juga mengulas kiprah Kagama dalam penanganan bencana di Indonesia.

“Kagama turut berperan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Pasigala tahun 2018, serta bencana di Lombok dan Sumatera,” jelasnya.

Danang menambahkan bahwa sinergi UGM dan Kagama mendukung peningkatan reputasi perguruan tinggi sebagai wujud konkrit dalam mendulang reputasi bangsa.

Ketua Harian Kagama Sulawesi Tengah, Prof. Dr. Muhammad Anshar Pasigai, MP, menyampaikan bahwa Kagama telah hadir di Sulawesi Tengah sejak tahun 1990-an dan terus mendukung program daerah.

“Kagama di Sulawesi Tengah sudah ada sejak tahun 90-an dan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam rangka menyukseskan program 9 Berani,” ujarnya.

Ia berharap FGD ini memperkuat hubungan antar-alumni dan kampus.

“Saya berharap momen ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi ajang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi UGM dan Kagama dalam mendorong pembangunan di Sulteng,” tutupnya.