PALU – Turnamen Domino Lingkar Tambang yang mengusung tema “Menjunjung Tinggi Sportivitas dan Mempererat Silaturahmi” resmi berakhir, Senin (25/1) malam, di Gardu Kampung Tangguh, Balai RW 04 Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore.
Kegiatan yang digelar selama tiga hari (23–25 Januari 2026) ini dibagi dalam dua kategori. Pertama, open turnamen yang melibatkan pecinta dan atlet domino dari Kota Palu serta peserta dari luar kota seperti Pasangkayu, Sigi, dan Parigi.
Kedua, kategori eksekutif yang melibatkan lurah dan tokoh masyarakat di sekitar Lingkar Tambang CPM.
Ketua Panitia Muhammad Asrum, SH., MH menyampaikan, turnamen ini terselenggara dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan menjadi wahana silaturahmi dan kebersamaan masyarakat serta pecinta domino, khususnya di wilayah Lingkar Tambang CPM.
“Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung lancar dan menjadi ajang mempererat kebersamaan masyarakat dan pecinta domino Kota Palu,” ungkap Asrum, yang juga Ketua Gardu Kampung Tangguh (GKT).
Rusman Ramli, ST., MM, anggota DPRD Kota Palu yang hadir pada partai final, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta. Ia mengucapkan selamat kepada pemenang dan mendorong peserta yang belum juara untuk tetap semangat di turnamen berikutnya.
“Semoga di event domino berikutnya peserta bisa meraih hasil terbaik. Terima kasih juga kepada para lurah, PT. CPM Palu, PT. Tompotika Raya, dan LBH Home Legal Kota Palu atas dukungan sponsorship yang luar biasa,” ujarnya.
Turnamen ini diikuti 128 pasang peserta dan mendapatkan rekomendasi dari Pengda Pordi Kota Palu.
Pemenang kategori open turnamen:
- Juara 1: Abhi/Jihan (Gardu Otista Palu)
- Juara 2: Chaly/Yoyon (Gardu Info Baru)
- Juara 3: Lan/Amon (Gardu Mutiara Palu)
- Juara 4: Rifai/Sabit (Gardu Sampokaraja)
Pemenang kategori eksekutif:
- Juara 1: Safril/Subhan (Kecamatan Mantikulore)
- Juara 2: Zul/Hendra (Kelurahan Talise Valangguni)
- Juara 3: Ricky/Sumartono (Kelurahan Tondo)
- Juara 4: Taufik/Aksad Wahid (Kelurahan Kawatuna)
Turnamen Domino Lingkar Tambang menunjukkan bagaimana olahraga tradisional seperti domino dapat menjadi sarana mempererat relasi sosial, membangun komunitas, dan melibatkan dukungan lokal dari berbagai pihak.*

