PALU – Pemanfaatan lahan untuk tanaman durian menjadi program Gubernur Sulawesi Tengah H. Rusdy Mastura.
Menyahuti program tersebut, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan pembagian bantuan bibit tanaman durian jenis montong kani sebanyak 1000 pohon kepada kelompok tani/gapoktan, Belo Singgani, Desa Rezeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, pada Jum’at (8/9).

Kadis TPH Sulteng, Nelson Metubun mengatakan bibit ini merupakan program Gubernur, untuk mendorong peningkatan produktivitas varietas durian di Sulteng.
Ke depan Sulteng menjadi daerah penghasil durian terbesar di Indonesia yang dapat memberikan efek dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani.

“Kami menyiapkan 5000 bibit durian yang akan dibagikan dan ditanam ke seluruh wilayah Sulawesi Tengah berdasarkan pengajuan proposal dari masyarakat, khususnya para petani,” ujar Nelson, Jum’at (8/9).

Sementara Gubernur Sulteng Rusdy Mastura saat melakukan dialog virtual dengan 28 kepala desa dari tiga kabupaten yaitu Sigi, Donggala dan Parigi Moutong mengatakan, bahwa Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menkomarinvest), memintanya untuk menyiapkan lahan seluas 3000 Ha guna ditanami bibit durian.

“Saya diminta oleh Menkomarinvest untuk mencari dan menyiapkan lahan seluas 3000 Hektar, guna penanaman bibit durian. Ini artinya peluang bagi negeri ini menjadi pusat produksi perkebunan dari tanaman durian secara nasional,” ujar Rusdy Mastura.

Saat ini durian asal Sulteng sudah menembus pasar nasional dan pasar ekspor, terutama ke Tiongkok dengan durian jenis montong dan matahari.

“Baru satu persen saja rakyat Tiongkok yang makan durian, kita sudah setengah mati menyediakan stok. Bagaimana kalau lima persen yang makan?” ujar gubernur Sulteng ini yang akrab disapa Cudy.

Selain di Sigi, Dinas TPH Sulteng juga menyiapkan bibit durian sebanyak 1000 pohon, untuk dibagikan kepada masyarakat dan ditanam berbarengan pada saat pencanangan Sulawesi Tengah Negeri Seribu Megalit di Lembah Lore, pada bulan Oktober mendatang.

Reporter: IRMA/Editor: NANANG