PALU – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan pesilat di Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat dorongan serius melalui kegiatan Training of Trainer dan Ujian Kenaikan Tingkat (TOT-UKT) Nasional yang digelar PPS Satria Muda Indonesia (SMI) di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (12/2).
Kegiatan yang diikuti pelatih dan pengurus dari berbagai daerah ini difokuskan pada penguatan kapasitas pendidik serta keseragaman standar teknik dan jurus di seluruh wilayah.
TOT-UKT tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga pengembangan karakter dan integritas pelatih sebagai pondasi pembinaan atlet berprestasi.
Ketua PPS SMI Komda Sulteng, H. Ambo Dalle, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana strategis membangun profesionalisme pengurus.
“TOT-UKT menjadi wadah bagi peserta untuk mengasah kemampuan beladiri sekaligus menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini menjadi fondasi bagi atlet berprestasi sekaligus pelestari budaya bangsa,” ujarnya.
Ambo menambahkan, Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) yang digelar bersamaan berfungsi sebagai instrumen evaluasi objektif untuk menilai kompetensi pelatih dan pengurus. Penilaian dilakukan dengan standar tinggi, menekankan kualitas, disiplin, dan integritas, agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Salah satu tujuan jangka panjang TOT-UKT, menurut Ambo, adalah menyiapkan generasi atlet pencak silat berkelas dunia. Ia mencontohkan keberhasilan mantan juara dunia, Abdul Karim Aljufri, sebagai bukti bahwa pembinaan yang terstruktur mampu menghasilkan prestasi internasional.
Wakil Ketua PPS SMI Pusat, Abdul Karim Aljufri, saat membuka kegiatan menekankan TOT-UKT juga berfungsi untuk menyamakan pemahaman teknik dan jurus baku.
“Keseragaman jurus penting agar pembinaan atlet berjalan konsisten dan marwah perguruan tetap terjaga. Pelatih yang kompeten adalah kunci lahirnya pesilat unggul yang mampu mengharumkan nama daerah dan bangsa,” ujarnya.
Abdul Karim mengingatkan bahwa setiap gerakan jurus telah dibakukan oleh senior dan dewan guru perguruan berdasarkan filosofi dan keahlian yang mendalam.
Ia menegaskan, perubahan terhadap jurus baku tidak dibenarkan, dan pelatih wajib mengacu pada “buku merah” sebagai pedoman resmi.
“Dulu saya menjadi juara dunia karena dilatih sesuai buku merah. Konsistensi pada kurikulum resmi adalah kunci keberhasilan pembinaan atlet,” tegasnya.
Kegiatan TOT-UKT PPS SMI Komda Sulteng akan berlangsung hingga 15 Februari 2026. Agenda utama mencakup penguatan kompetensi pelatih, ujian kenaikan tingkat, serta pembekalan karakter yang menekankan integritas dan nilai-nilai luhur bangsa.
Dengan TOT-UKT, PPS SMI menargetkan lahirnya pesilat tangguh, berkarakter, dan berbudaya, sekaligus menyiapkan generasi penerus yang dapat mengharumkan nama Sulawesi Tengah maupun Sulawesi Barat di kancah nasional dan internasional.

