PALU – Testimoni yang disampaikan oleh murid langsung Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, yakni Ustadz Sofyan Lahilote dalam peringatan Haul ke-58 Guru Tua yang dilaksanakan di Kompleks Alkhairaat, Rabu (1/4) pagi. Dalam kesaksiannya, Ustadz Sofyan mengungkapkan kedekatannya dengan sosok Guru Tua semasa hidup.

Ia mengaku hampir selalu bersama, mulai dari tidur hingga makan bersama, sehingga kenangan tentang sosok ulama kharismatik tersebut tidak akan pernah habis untuk diceritakan.

“Di mana-mana saya ikut beliau. Tidur bersama, makan bersama. Jadi kalau bicara kenangan tentang Guru Tua, Masya Allah, tidak akan pernah habis sepanjang sejarah,” ungkap Ustadz Sofyan, Rabu (1/4).

Menurutnya, hal paling menonjol dari pribadi Guru Tua adalah perpaduan antara ilmu dan akhlak. Ia menekankan bahwa dengan ilmu yang dibarengi budi pekerti mulia, segala cita-cita dapat diraih.

Ustadz Sofyan juga mengingatkan pesan Guru Tua kepada para murid agar tidak bersikap sombong dalam menuntut ilmu. Kerendahan hati kata dia menjadi kunci utama dalam memperoleh keberkahan ilmu.

“Satu yang saya lihat dari beliau adalah ilmu dan akhlak. Dengan keduanya, semua cita-cita bisa digapai,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Sofyan turut menceritakan pengalaman saat mendampingi Guru Tua melakukan perjalanan ke Jawa. Di sana, Guru Tua aktif menjalin silaturahmi dengan berbagai tokoh, yang menyambutnya dengan penuh hormat.

Ia mengungkapkan kisah lain yang tak kalah berkesan dalam hidupnya yakni, tentang kedermawanan sang Guru Tua. Ia mengaku sering diperintahkan untuk menyiapkan ratusan amplop berisi uang untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Beliau sangat dermawan. Tidak hanya kepada keluarga, tetapi kepada siapa saja. Bahkan saat uang hampir habis, beliau tetap memerintahkan untuk memberi,” ungkapnya.

Ustadz Sofyan juga menceritakan momen ketika ia merasa khawatir kehabisan bekal. Namun kata dia, Guru Tua justru menegurnya agar tidak bersikap kikir. Sampai ia diperintahkan ke suatu daerah di Jawa untuk beberapa hari, dan sekembalinya ia menyaksikan sendiri bagaimana rezeki datang secara tak terduga.

“Saya kaget, koper yang tadi kosong tiba-tiba setengahnya penuh dengan uang. Beliau hanya tersenyum dan berkata, Allah itu Maha Kaya dan suka kepada orang yang dermawan,” kenangnya.

Selain dermawan, Guru Tua juga dikenal sebagai sosok yang ikhlas dalam berjuang dan membangun. Menurutnya, keikhlasan itulah yang membuat segala usaha Guru Tua selalu dimudahkan oleh Allah SWT.

“Yang paling menonjol dari beliau adalah keikhlasan. Apa yang beliau bangun selalu dilancarkan,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa setiap ucapan Guru Tua kerap menjadi kenyataan. Ustadz Sofyan menegaskan bahwa keteladanan Guru Tua dalam hal keikhlasan, kedermawanan, serta kecintaan pada silaturahmi menjadi warisan berharga bagi generasi penerus Alkhairaat.

“Beliau adalah sosok yang sangat penyantun, murah hati, dan ikhlas. Itu yang harus kita teladani,” pungkasnya.