PALU – Kepala Sekolah MAN 2 Palu H. Muh Syamsu Nursi mengatakan, sebanyak 13 orang remaja siswa/i MAN 2 Palu berwisata di Air Terjun Wera, Desa Balumpewa Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, itu bukan merupakan kegiatan sekolah, tetapi murni agenda di luar sekolah atas ide dari pribadi ke 13 siswa-siswi tersebut.

“Kejadian ini sudah jam pulang anak-anak dari sekolah, dan bukan agenda kegiatan dari sekolah murni. Keinginkan anak-anak di saat mereka pulang sekolah, pergi kumpul di salah satu rumah yang saat ini jadi korban. Dan info dari teman-teman siswa yang lain mereka sudah pamit dengan orang tua masing- masing,” ujar Kepala Sekolah MAN 2 Palu H. Muh Syamsu Nursi, kepada media ini, Selasa (27/2).

Dari 13 siswa yang merupakan siswa kelas XII, satu orang korban meninggal dunia atas nama Ma’nadilah (17 tahun), jenis kelamin perempuan. Sedangkan dua orang lainnya hingga saat ini belum ditemukan.

Pukul 10.00 pagi tadi Almarhum Ma’nadilah dikebumikan di pekuburan keluarga di Donggala Kodi Kabonena Kecamatan Palu Barat.

Setelah dari pemakaman pihaknya langsung ke rumah orang tua siswa yang anaknya belum juga ditemukan (masih hilang) di Jln Batu Bata Indah, Kelurahan Birobuli Utara Palu Selatan, dan dilanjutkan menuju desa wera untuk mengunjungi posko pencarian atas siswa yang belum juga ditemukan.

“Kami menghimbau kepada siswa agar tidak mengunjungi tempat tempat wisata yang di anggap rawan bencana. Dan sudah kami himbau ke seluruh siswa untuk saat ini tidak ada yang melakukan aktivitas di luar, apalagi melakukan kegiatan tanpa sepengetahuan madrasah untuk melakukan kegiatan di luar. Apalagi dengan kondisi cuaca saat ini lagi tidak menentu, sehingga bencana alam terjadi tanpa kita ketahui,” ujarnya.

Sementara di tempat terpisah Humas Polres Iptu Nuim Hayat mengatakan, hari kedua pencaharian Siswa MAN 2 Palu, pihaknya belum menemukan korban yang hilang, pencarian sudah melibatkan Tim Sar dan K-9 (Unit Anjing Pelacak) dari Dit Samapta Polda Sulteng.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG