Telantarkan Karyawan dari Manado, Gracia Adelina Jadi Buah Bibir di Bahodopi

oleh -
Gracia Adelina Kristy (kanan) saat bersama rekan-rekan bisnisnya beberapa waktu lalu di Bahodopi, Morowali. (FOTO : Istimewa)

MOROWALI – Baru beberapa bulan lalu diancam akan dipolisikan oleh pengusaha lokal asal Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, karena tersandung pinjaman utang ratusan juta. Anak kedua dari mantan Walikota Manado, Gracia Adelina kembali menjadi buah bibir di Bahodopi.

Pasalnya, karyawan yang didatangkannya dari Manado merasa ditelantarkan.

“Ada beberapa karyawannya dari Manado ditelantarkan. Sampai-sampai Om atas nama Yopi kerja kuli untuk biaya makan di Bahodopi, sampai-sampai kena penyakit struk,” kata mantan rekan bisnis Gracia, Amir, di Bahodopi, Selasa (16/01).

Amir mengatakan, beberapa pekerja yang didatangkan Gracia itu, saat ini sudah dikembalikannya ke kampung halaman mereka.

“Kami sangat perihatin atas apa yang dilakukan Gracia kepada mereka. Karena melihat keadaan pekerja itu yang setiap hari semakin terpuruk. Maka, kami berinisiatif untuk mengembalikan mereka dari dana donasi rekan-rekan di Bahodopi,” terangnya.

Dikesempatan ini, Amir seraya kembali meminta Gracia untuk melunasi pinjaman hutang pada dirinya, yang sebelumnya Rp626 juta, kini menyisahkan sekitar Rp100 juta lebih.

“Saya meminta kepada Gracia Kristy untuk melunasi sisa hutangnya. Jika dalam waktu dekat tidak diselesaikan, maka saya akan laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Amir mengancam akan mempolisikan Gracia Adelina Kristy, yang sebelumnya bersepakat menjadi rekan bisnis dalam bidang pertambangan.

Karena memiliki kedekatan emosional, dirinya sangat mempercayai Gracia sebagai rekan bisnis. Namun setelah memiliki pinjaman dengan nilai Rp626 juta lebih, Gracia terkesan menghilang.

“Awalnya dia (Gracia) pinjam Rp250 juta dan saya serahkan secara cash untuk membayar kontrak mining (tambang). Kemudian dia meminta saya untuk talangi pembeli solar alat berat senilai Rp100 juta, dan sewa exavator senilai Rp276 juta lebih,” terang Amir, di Bahodopi, Kamis (20/07).

Kata Amir, pinjaman itu dilakukan bertahap, mulai Desember 2022 hingga Februari 2023.

“Waktu Desember lalu awal peminjaman, katanya berada di luar daerah, nanti tiba di Manado langsung diganti pinjamannya, tapi tidak ada. Saya sudah tagih hingga Februari 2023, kemudian beberapa hari belakangan ini nomornya tidak aktif lagi,” keluhnya.

Amir mengaku geram atas sikap yang ditunjukan Gracia. Pasalnya, uang yang dipinjamkannya adalah milik pribadi yang akan digunakan sebagai modal tambahan untuk menopang usahanya.

“Saya sudah pikir-pikir, jika Gracia tidak punya itikad baik, saya akan bawa persoalan ini ke ranah hukum,” tegas Amir.

Guna untuk mengonfirmasi masalah tersebut, nomor handphone Gracia 08226093xxx yang coba dihubungi tidak aktif lagi. (YAMIN)