PALU – Universitas Tadulako (Untad) terus memperkuat kapasitas akademiknya di tengah masih rendahnya jumlah profesor di Indonesia.
Melalui Rapat Senat Terbuka, Untad mengukuhkan 13 Guru Besar baru di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Senin (26/1).
Pengukuhan tersebut dipimpin Ketua Senat Untad, Prof. Dr. H. Djayani Nursin, SE., M.Si., sekaligus dirangkaikan dengan penerimaan anggota Dewan Guru Besar Universitas Tadulako.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa penambahan Guru Besar menjadi langkah strategis universitas dalam meningkatkan kualitas riset dan daya saing institusi di tingkat nasional maupun global.
Ia mengungkapkan, secara nasional jumlah profesor masih tergolong rendah. Dari 312.626 dosen aktif di Indonesia, hanya sekitar 2,61 persen yang bergelar Profesor atau Guru Besar.
“Kondisi tersebut juga tercermin di Universitas Tadulako. Dari 1.535 dosen, saat ini terdapat 133 Guru Besar, termasuk 13 yang dikukuhkan hari ini serta tujuh lainnya yang masih menunggu SK,” jelas Rektor.
Dengan capaian tersebut, persentase Guru Besar di Untad baru berada di kisaran delapan persen. Angka itu masih di bawah target universitas yang menargetkan minimal 10 persen dosen bergelar Guru Besar.
Rektor menegaskan, Guru Besar memiliki peran penting sebagai penggerak riset unggulan dan pengembang tradisi keilmuan di perguruan tinggi. Riset yang dihasilkan diharapkan tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga memberikan solusi bagi persoalan masyarakat dan pembangunan nasional.
“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi penguatan kapasitas institusi melalui SDM yang keilmuannya telah teruji,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Komite Integritas Akademik Untad yang aktif mendampingi dosen dalam proses pengusulan Guru Besar, sehingga peluang peningkatan jumlah profesor di lingkungan universitas semakin terbuka.
Dengan bertambahnya Guru Besar baru, Untad optimistis dapat mempercepat pencapaian target akademik sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi rujukan di Kawasan Timur Indonesia.
Sebanyak 13 Guru Besar yang dikukuhkan berasal dari berbagai bidang keilmuan, yakni Prof. Dr. Sitti Rahmawati, S.Pd., M.P.Kim. Prof. Dr. Ir. Padang, S.Pt., MP. Prof. Dr. Jamaludin M. Sakung, S.Pd., M.Kes. Prof. Dr. Nurhayati, S.Ag., M.Pd.I.; Prof. Dr. I Komang Werdhiana, M.Si.
Prof. Dr. Pathuddin, S.Pd., M.Si. Prof. Dr. Irwan Waris, M.Si. Prof. Dr. Samsurizal M. Suleman, M.Si. Prof. Dr. Yassir Arafat, S.T., M.T. Prof. Dr. Syamsuddin, S.H., M.H. Prof. Dr. Ir. Hamzari, M.Sc. Prof. Dr. Bakri, S.T., Grad.Dipl., M.Phil. serta Prof. Dr. Agus Lanini, S.H., M.Hum.

