Tadarus Virtual Selama Ramadhan, di Tengah Pandemi Covid-19

oleh

Oleh : Aldiawan, S.Kom.I., M.Sos. (Dosen KPI STAIN Majene)

Pandemi Covid-19 adalah realitas global yang menerjang tatanan kehidupan umat manusia dari level internasional, hingga rumah tangga. Kemunculannya menyerang siapa saja yang dapat terjangkiti, tanpa memandang negara, agama, suku, ataupun strata sosial lainnya. Ia menjadi musuh bersama yang harus dilawan dengan cara, salah satunya, memutus mata rantai penyebarannya. Covid-19 ini adalah musibah yang mengglobal. Ia tidak akan memilih sasarannya berdasarkan pertimbangan keagamaan ataupun aliran. Siapapun berpotensi terpapar jika daya tahan tubuhnya tidak kuat, tidak menerapkan pola hidup sehat, ataupun tidak menerapkan physical distancing. Memahami karakter virus ini yang menyebar sangat mudah di keramaian dan media singgahnya. Umat Islam dan masjid bahkan dapat dengan mudah terpapar Covid-19. Virus ini berpindah dan mencari inang baru dalam tubuh manusia melalui droplet yang keluar dari mulut dan hidung orang yang terjangkiti.

Kini pandemi Covid-19 ini masih terus berlangsung ketika umat Islam memasuki bulan bulan suci ramadhan. Seperti diketahui bersama bahwa saat bulan ramadhan tiba, kebiasaan umat Islam dalam menyambut ramadhan dan melaksanakan ama-amal saleh di bulan suci ramadhan dilakukan secara berjama’ah, misalnya tarawih secara berjama’ah di masjid, sahur dan buka puasa secara berjama’ah, ta’lim muta’alim secara berjama’ah, sampai pada kegiatan pengajian atau tadarus Al-Qur’an pun dilakukan secara berjama’ah. Namun dengan melihat kondisi dan realita yang dialami oleh masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia sekarang ini, maka kegiatan amal-amal saleh di dalam bulan suci ramadhan hanya bisa dilakukan di rumah masing-masing demi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Hal ini sesuai dengan kebijakan pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 dan Keputusan Presiden Nomor 11 tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat serta Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Siutasi Terjadi Wabah Covid-19.

Pandemi Covid-19 seakan mengubah tatanan pola kebiasaan setiap individu dalam bekerja dan melakukan amal-amal saleh khususnya pada bulan ramadhan. Dalam situasi pandemi saat ini agar semangat ibadah ramadhan umat Islam tidak pudar dan tetap berjalan seperti biasanya, terkhusus pada kegiatan pengajian atau tadarus qur’an yang sering kali dilakukan di bulan ramadhan, maka salah satu upaya yang bisa dilakukan yaitu dengan mengadakan tadarus virtual. Kegiatan tadarus virtual ini diharapkan dapat lebih membangkitkan semangat umat Islam dalam membaca Al-Qur’an di bulan suci ramadhan. Apalagi memang bulan ramadhan disebut sebagai syahrul qur’an (bulan Al-Qur’an).

Kegiatan tadarus virtual di bulan ramadhan merupakan salah satu langkah konkrit yang bisa dilakukan umat Islam dalam situasi pandemi saat ini. Dalam kegiatan tadarus virtual ini digalakkan program ODOJ (one day one juz) satu hari satu juz. Adapun mekanisme dalam tadarus virtual ini dikoordinir oleh seorang admin. Admin dapat membuat group whatsapp atau group messenger untuk mengakomodir siapa saja yang akan bergabung dalam tadarus virtual, jumlah dalam setiap group maksimal 30 orang anggota group, jika jumlah yang bergabung dalam tadarus virtual sebanyak 60 orang, maka akan di bagi menjadi 2 group whatsapp atau messenger, begitu seterusnya. Sehingga masing-masing group berjumlah 30 anggota group, dan setiap anggota group mendapat jatah bacaan tilawah Al-Qur’an masing-masing 1 juz. Tujuannya agar tadarus virtual dapat berjalan efektif. Dengan digalakkannya program tadarus qur’an one day one juz ini diharapkan dapat memotifasi umat Islam dalam membaca Al-Qur’an satu juz setiap hari dibulan ramadhan walaupun dalam kondisi pandemi. Sehingga dengan jumlah 30 orang dalam 1 group, kita bisa mengkhatamkan bacaan Al-Qur’an 30 juz secara berjama’ah dalam sehari di bulan ramadhan melalui kegiatan tadarus qur’an virtual.

Sehubungan dengan kegiatan tadarus virtual ini, penulis telah melakukan kegiatan atau program ini, dan mulai berjalan dari awal ramadhan 1441 H. dengan jumlah anggota 60 orang yang bergabung dan di bagi menjadi 2 group whatsapp. Ide ini lahir atas kesadaran penulis bahwa seyogyanya kita tetap menghidupkan amalan-amalan secara berjama’ah di rumah masing-masing selama bulan ramadhan walau di tengah pandemi Covid-19, khususnya amalan tadarus qur’an di bulan ramadhan. Hal ini berdasar pada sabda Nabi Muhammad saw. sebagaimana yang diriwayatkan oleh an-Nu‘man ibn Basyir :

   قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ   

Artinya :

“Rasulullah saw. bersabda, “Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an”. (HR. al-Baihaqi).

Dalam sebuah hadits qudsi juga disebutkan bahwa orang yang sibuk membaca Al-Qur’an, maka diberikan balasan terbaik dari Allah swt. Sebagaimana riwayat Abu Sa‘id dari Rasulullah saw. bahwa Allah swt. berfirman :

  يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى مَنْ شَغَلَهُ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ عَنْ ذِكْرِي وَمَسْأَلَتِي أَعْطَيْتُهُ أَفْضَلَ ثَوَابِ السَّائِلِينَ وَفَضَلُ الْقُرْآنِ عَلَى سَائِرِ الْكَلَامِ كَفَضْلِ اللَّهِ عَلَى خَلْقِهِ   

Artinya :

“Allah swt. berfirman, “Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta. Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya”. (HR. Al-Baihaqi).

Semoga kegiatan tadarus vritual ini dengan menggalakkan program ODOJ (one day one juz), umat Islam semakin gemar membaca Al-Qur’an dan  semakin menumbuhkan rasa kecintaan dan kedekatannya kepada kalamullah (Al-Qur’an). Dan kita semua berharap serta berdo’a kepada Allah dengan berkah tadarus Al-Qur’an virtual secara berjama’ah ini, agar pandemi Covid-19 cepat berlalu, sehingga masyarakat dapat bekerja, beramal dan melakukan aktivitas kesehariannya seperti sediakala.

Wallahul Muawaffieq Ilaa Aqwamit Tharieq.

Wassalamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Iklan-Paramitha