PALU – Ketua Umum Pengurus Pusat Wanita Islam Alkhairaat (PP WIA), Dra. Hj. Syarifah Saihun Abdillah Aldjufrie, M.Pd.I, pada Musyawarah Wilayah (Muswil) VI WIA Provinsi Sulawesi Tengah menekankan pentingnya keteladanan pengurus WIA di mana pun berada.

Kepala Bidang Humas Sekretariat PB Alkhairaat, Zainab Alamri, Selasa (20/01), mengatakan bahwa dalam pertemuan silaturahmi Ketua Umum WIA Pusat bersama Ketua PW WIA Sulawesi Tengah serta pengurus WIA kabupaten/kota, Syarifah Saihun berpesan agar program-program WIA diwujudkan di tengah masyarakat dengan menjunjung tinggi akhlak yang baik.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari metode dakwah yang telah diajarkan oleh pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua), serta dilanjutkan oleh Syarifah Sya’diyah Aljufri.

“WIA telah menyapa umat dari tingkat pusat hingga anak ranting, membangun soliditas, kesalehan sosial, kekompakan, serta saling bahu-membahu untuk mewujudkan hasil yang baik,” kata Zainab mengutip amanah Ketua Umum WIA Pusat.

Syarifah Saihun juga menekankan pentingnya menyatukan frekuensi dalam menjalankan program organisasi, baik di bidang pendidikan, dakwah, maupun sosial kemasyarakatan.

Dalam arahannya, Ketua Umum WIA menyinggung pentingnya penyusunan program yang sederhana, mudah dilaksanakan, dan berkelanjutan agar organisasi tetap berjalan dan tidak stagnan.

“Susunlah program jangka pendek, menengah, dan panjang yang mudah dilakukan serta berdampak bagi masyarakat maupun anggota, seperti peningkatan keterampilan untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga,” ajaknya.

Selain itu, ia juga mendorong pembangunan jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait, serta menggiatkan program layanan kesehatan, misalnya melalui kerja sama dengan puskesmas dan dinas kesehatan.

“Program-program tersebut disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Mulailah dari yang kecil, dari sekarang,” tegasnya.

Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, Ketua Umum WIA juga memberikan motivasi dan harapan agar seluruh kerja keras yang telah dilakukan diniatkan sebagai pengabdian untuk pengembangan Alkhairaat.

“Insya Allah, semua akan mendapatkan balasan kebaikan dan pahala berlimpah di sisi Allah SWT. Kita semua akan bersama Guru Tua di surga,” tutupnya.