PALU – Atlet panjat tebing asal Kabupaten Sigi, Kinaya Maulidiyah, berhasil meraih medali perak untuk kontingen Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (KU) XIX Tahun 2025, yang berlangsung, di Sport Climbing Center, Tangerang, Banten, 18 hingga 23 Juni 2025.
Atlet yang akrab disapa Kinan itu, tampil impresif di kategori Lead Junior Putri dan menempati posisi kedua di bawah atlet asal Jawa Tengah, Najiha Zahra, yang meraih medali emas. Sementara posisi ketiga diraih oleh Syifa Nur Azizah dari Kalimantan Selatan.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sulawesi Tengah, H. Nanang, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
“Medali ini adalah buah dari latihan keras yang diberikan oleh para pelatih Panjat Tebing Sulteng serta kerja sama antara seluruh jajaran Pengurus FPTI Sulteng,” ujarnya.
Meskipun baru satu medali yang diraih, peluang kontingen Sulteng untuk menambah koleksi medali masih terbuka. Beberapa atlet lainnya dijadwalkan bertanding di babak final dalam berbagai kategori, di antaranya, Kinaya Maulidyah (Boulder Junior Putri), Mualif (Boulder Junior Putra), Aryawan Yales Yudha Widodo (Youth B Putra Lead dan Boulder), Nuriyatul Ainun (Boulder Junior Putri dan Speed WR Putri).
“Kami mohon doa dan dukungan masyarakat Sulawesi Tengah, karena masih ada empat kategori final yang akan diikuti atlet-atlet kami,” lanjut Nanang.
Dikejuaraan ini, FPTI Sulteng mengirimkan lima atlet. Mereka adalah Kinaya Maulidyah (Junior Lead dan Boulder), Nuriyatul Ainun (Junior Speed dan Boulder), Mualif (Junior Lead, Speed, dan Boulder), Aryawan Yalesyudha Widodo (Youth B Lead dan Boulder), dan Muh. Ibrahim Khalilullah (Youth B Lead dan Boulder).
Di akhir pernyataannya, Nanang menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung, termasuk Pengcab FPTI Sigi dan Morowali, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Rektor Universitas Tadulako, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulteng, Bupati Sigi, Bupati Morowali, dan komunitas Puang Adventure.
“Medali ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sulawesi Tengah,” tutup Nanang. */Yamin