DONGGALA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus memperkuat pembangunan karakter generasi muda melalui pendekatan spiritual. Bertempat di Masjid Raya Donggala, Gubernur Anwar Hafid secara resmi meluncurkan Gerakan Siswa Cinta Masjid Kabupaten Donggala, Senin (16/2), dalam rangkaian kegiatan Subuh Berkah yang diisi dengan salat berjamaah, zikir, dan doa bersama.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Reny Lamadjido, Ketua TP PKK Provinsi Sulteng Sry Nirwanti Bahasoan, Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi, jajaran pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para siswa dan orang tua.

Peluncuran gerakan ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun fondasi moral dan spiritual generasi muda melalui masjid. Dalam sambutannya, Anwar Hafid menegaskan pentingnya memulai hari dengan ibadah, khususnya salat Subuh berjamaah.

“Salat Subuh adalah permulaan kehidupan kita. Kalau kita memulai hari dengan kebaikan, insya Allah sepanjang hari kita akan bersama kebaikan,” ujarnya.

Menurutnya, kemajuan daerah dan ketenteraman masyarakat sangat berkaitan erat dengan upaya memakmurkan masjid. Ia menekankan bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan akhlak, pendidikan nilai, dan penguatan sosial kemasyarakatan. Gubernur meyakini, masyarakat yang dekat dengan masjid dan Al-Qur’an akan melahirkan kehidupan yang aman dan sejahtera.

“Kalau kita ingin daerah ini maju, aman, dan berkah, kuncinya cuma satu, makmurkan masjid. Masjid yang hidup akan melahirkan masyarakat yang berakhlak,” tegasnya.

Program ini juga menjadi bagian dari penguatan visi Berani Berkah, selaras dengan berbagai inisiatif pemerintah seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat. Gubernur menyampaikan bahwa setiap amanah kepemimpinan adalah titipan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab moral dan spiritual, termasuk dengan membiasakan anak-anak mencintai masjid sejak dini.

Menjelang bulan Ramadan, ia mengajak masyarakat menjadikan masjid dan Al-Qur’an sebagai pusat aktivitas ibadah. Ia mengingatkan bahwa nilai utama Ramadan terletak pada turunnya Al-Qur’an, sehingga keberkahan puasa akan semakin terasa jika umat benar-benar menghidupkan masjid.

Sementara itu, Wakil Bupati Donggala Taufik Muhammad Burhan menyampaikan bahwa Gerakan Siswa Cinta Masjid telah dilaksanakan secara serentak di 16 kecamatan yang mencakup 149 desa dan 9 kelurahan di Kabupaten Donggala. Pelaksanaannya dipimpin langsung oleh camat, kepala desa, lurah, dan kepala sekolah di wilayah masing-masing.

“Gerakan Siswa Cinta Masjid ini kami laksanakan serentak di 16 kecamatan, mencakup 149 desa dan 9 kelurahan. Camat, kepala desa, lurah, dan kepala sekolah memimpin langsung kegiatan ini di wilayah masing-masing,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa program tersebut dirancang secara inklusif dengan tetap menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Di wilayah dengan mayoritas pemeluk agama lain, pembinaan keagamaan dilakukan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Dukungan juga disampaikan Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi. Ia menilai gerakan ini sebagai langkah strategis dalam membangun keamanan berbasis kesadaran masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga dalam Subuh Berkah menunjukkan tumbuhnya kepedulian kolektif terhadap keamanan lingkungan.

“Tanpa dikomando, masyarakat sudah ikut menjaga keamanan lingkungan melalui Subuh Berkah. Ini luar biasa, karena masjid menjadi pusat pembinaan moral dan sosial,” katanya.

Kapolda menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkoba memerlukan keseimbangan antara penegakan hukum dan pembinaan karakter. Karena itu, ia memandang Gerakan Subuh Berkah dan Siswa Cinta Masjid sebagai solusi jangka panjang dalam melindungi generasi muda dari pengaruh negatif.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat, Gerakan Siswa Cinta Masjid diharapkan mampu membentuk generasi beriman, berakhlak, serta berdaya saing, sekaligus menghadirkan keberkahan dan ketenteraman bagi Donggala dan Sulawesi Tengah.***