PALU – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Palu yang dipimpin Pelaksana tugas (Plt) Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rahmad Mustapa, melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik pergudangan distributor bahan pangan, Jumat (22/05).
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah instansi di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan lembaga terkait, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Bulog, Kejaksaan Negeri, Polresta Palu, serta Dinas Perhubungan.
Sidak dilakukan sebagai upaya memastikan ketersediaan bahan pangan strategis menjelang Hari Raya Iduladha, sekaligus memantau kondisi distribusi dan stabilitas harga pangan di daerah.
Adapun sejumlah titik yang menjadi lokasi kunjungan tim Satgas Pangan, di antaranya distributor beras di Jalan Labu, distributor gula, pedagang ikan, pelaku usaha pemotongan ayam pedaging, pedagang telur, pedagang sayur, serta sejumlah pelaku usaha pangan lainnya.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, kondisi ketersediaan bahan pangan strategis di Kota Palu dinyatakan aman dan cukup tersedia, baik untuk kebutuhan menjelang Hari Raya Iduladha maupun untuk beberapa bulan ke depan.
Plt Asisten, Rahmad menyampaikan bahwa stok bahan pangan, khususnya beras, dalam kondisi mencukupi.
Hal itu terlihat dari kapasitas gudang penyimpanan para distributor yang masih terisi penuh.
“Hal ini ditunjukkan dengan kondisi gudang penyimpanan para distributor yang terlihat penuh. Bahkan salah satu gudang distributor memiliki stok beras lebih dari 200 ton,” ungkapnya.
Selain beras, komoditas gula juga dilaporkan masih dalam kondisi aman.
Pihak distributor menyampaikan bahwa pasokan gula dari pabrik masih berjalan normal dan belum mengalami kendala distribusi.
Meski demikian, terdapat dinamika harga pada tingkat pengecer yang dipengaruhi kondisi pasar.
Untuk komoditas pangan asal tanaman seperti cabai, tomat, dan berbagai jenis sayuran lainnya juga terpantau tersedia dalam jumlah yang cukup.
Namun, tim menemukan adanya kenaikan harga pada cabai rawit dan cabai keriting berkisar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha, sementara volume pasokan dari petani maupun pemasok masih relatif stabil.
Sementara itu, komoditas pangan lainnya seperti ikan, telur ayam, daging ayam, dan daging sapi terpantau berada dalam kondisi relatif stabil, baik dari sisi ketersediaan maupun harga. ***

