POSO – Di kancah politik lokal Sulawesi Tengah, nama Sesi Kristina Dharmawati Mapeda, S.H., M.H atau yang lebih dikenal sebagai Srikandi Poso menjadi satu dari sedikit figur perempuan yang konsisten, teruji dan berpengaruh.

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) asal Kabupaten Poso ini tak hanya dikenal karena rekam jejak kepemimpinannya, tetapi juga keberaniannya merawat isu-isu kerakyatan yang kerap luput dari sorotan utama politik.

Pada periode 2024-2029, Sesi Mapeda mengemban amanah sebagai Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Poso. Jabatan ini melanjutkan kiprah strategisnya setelah sebelumnya menjabat sebagai Ketua DPRD Poso periode 2019-2024.

Dua periode berada di pucuk pimpinan legislatif menjadi penanda kuat kapasitas manajerial dan kepercayaan politik yang dibangun secara berlapis, baik di internal parlemen maupun di tengah masyarakat.

Di luar parlemen, Sesi Mapeda juga memimpin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Poso untuk masa bakti 2022-2026. Peran ini menegaskan pandangannya bahwa pembangunan daerah tak semata soal infrastruktur, tetapi juga kesehatan sosial dan pemberdayaan masyarakat melalui olahraga rekreatif yang inklusif.

Sebagai legislator, fokus kerja Sesi Mapeda dikenal tegas dan konsisten. Ia aktif mendorong strategi pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, sekaligus mengawal aspirasi pembangunan daerah dari penguatan layanan publik hingga kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan.

Pendekatan hukumnya yang sistematis, ditopang latar belakang pendidikan hukum, membuat setiap gagasan kebijakan hadir dengan fondasi regulatif yang kuat.

Pada 2024, Sesi KD Mapeda sempat menjadi salah satu kandidat yang memperebutkan rekomendasi Partai Golkar untuk maju dalam Pilkada Poso. Meski belum berlabuh pada kontestasi tersebut, langkah itu menegaskan posisinya sebagai figur strategis di tubuh Golkar Poso memiliki elektabilitas, jaringan dan daya tawar politik.

Kini, menjelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Golkar Poso, Sesi Mapeda mulai menata langkah. Kepada media, ia menyampaikan persiapan yang ia bangun dengan pendekatan tenang namun terukur.

“Musda adalah ruang konsolidasi ide dan kekuatan kader. Saya mempersiapkan diri dengan mendengar, merangkul dan memastikan Golkar Poso tetap solid, adaptif serta relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Rabu (17/12).

Ia menekankan bahwa Golkar ke depan harus menghadirkan kepemimpinan yang inklusif, berpengalaman dan berorientasi solusi.

“Perempuan di Golkar bukan pelengkap. Kami hadir untuk memimpin, mengelola dan memastikan kebijakan menyentuh akar persoalan rakyat,” kata Sesi menegaskan identitasnya sebagai srikandi partai berlambang beringin itu.

Dengan rekam jejak legislatif yang kuat, pengalaman organisasi yang luas, serta keberpihakan pada isu-isu sosial strategis, Sesi KD Mapeda berdiri sebagai salah satu figur perempuan paling menonjol di Golkar Sulawesi Tengah.

Menjelang Musda, namanya kian diperhitungkan bukan sekadar sebagai kandidat, tetapi sebagai representasi kepemimpinan yang matang, berani, dan berorientasi masa depan.