PALU- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Sulteng tertanggal 2 April 2026 memberhentikan sementara operasi Makanan Bergizi Gratis ( MBG).

Dalam surat edaran oleh SPPG Polda Sulteng, menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya karena belum dapat mendistribusikan paket MBG untuk beberapa waktu kedepan. Hal tersebut terjadi akibat kendala teknis di lapangan yang di luar perkiraan, sehingga proses penyaluran tertunda.

Dari surat edaran yang dikirimkan ke seluruh sekolah yang menjadi tanggungan SPPG Polda, dari SD hingga SMA, surat tersebut berisikan keterangan, pemberhentian MBG tersebut dikarenakan terjadi sedikit masalah, dan berupaya agar akan mendistribusikan paket MBG dapat kembali berjalan secepatnya.

Lidya Zweety salah seorang orang tua murid SDN Bumi Sagu Palu mempertanyakan hal tersebut. “Ini anggarannya dari pusat tetap ada atau tidak? Kalau anggarannya tetap ada, yang dirugikan siapa dan yang diuntungkan siapa? Dan kalau ada anggarannya, hitung berapa ribu siswa yang dipegang sama SPPG Polda Sulteng yang tidak terima MBG selama berhenti operasional. Bagaimna pertanggung jawabannya,” ujarnya.

Menurutnya, waktu libur sekolah baru-baru ini selama dua minggu, MBG itu juga dibagikan cuma sehari, dan ia mempertanyakan MBG saat itu hanya untuk dua hari saja, bukan dua minggu.

“Jawaban dari pihak SPPG, anggarannya memang cuma ada untuk dua hari saja selama libur dua minggu kemarin. Tapi yang aneh nya di sekolah lain tetap menerima MBG selama libur lebaran kemarin. Kok bisa beda ya,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palu Yusrin membenarkan adanya pemberhentian MBG di sekolahnya. Pihaknya pun telah menerima surat dari SPPG Polda Sulteng, terkait hal itu.

Hal Senada di sampaikan oleh guru Kelas XII IPA 1 SMA Negeri 1 Palu, Yayan Hidayat mengatakan ada pemberhentian MBG di sekolahnya mulai 2 April 2026 dari SPPG Polda Sulteng. Hanya saja, pihaknya tidak mengetahui kapan waktu operasional kembali.

Rosmawati orang tua murid SMA Negeri 1 Palu mengaku, sejak sekolah kembali Senin 30 Maret hingga 1 April kemarin, MBG belum pernah tersalurkan.

“Menurut anakku sudah tiga hari sejak sekolah libur lebaran, MBG di SMANS belum ada. Tidak diketahui apa alasan sehingga belum ada penyaluran MBG,” ujar Rosmawati.

Dari informasi dihimpun di lapangan, SPPG Polda Sulteng terhenti dikarenakan mereka kekurangan tenaga chief/juru masak.

Dimintai informasi soal ini, Kasubdit Penmas Polda Sulawesi Tengah, Kompol Reky Moniung, bahkan tidak mengetahui kabar pemberhentian operasional MBG. Dia berterima kasih atas informasi ini dan mohon waktu untuk mencari informasi tersebut.

“Terima kasih informasinya Pak, mohon waktu kami cari informasi ,” ujarnya.