POSO – Ratusan umat muslim yang tergabung dalam Solidaritas Cinta Guru Tua melakukan aksi damai bela ulama, Jumat (4/4).
Aksi ini dilakukan dalam bentuk longmarch dimulai dari Masjid Raya Baiturrahman Poso, Jalan Pulau Natuna, kemudian berputar ke kantor Kejaksaan Negeri Poso hingga ke titik orasinya di Mapolres Poso, dengan menggunakan mobil pick up sambil membawa bendera Merah Putih, bendera Alkhairaat, bendera HPA, foto Guru Tua dan spanduk yang berisikan gambar Fuad Plered dengan tulisan Buronan Si Penista Ulama.
Para aksi menyerukan dukungan terhadap Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional dan meminta aparat hukum segera menangkap dan mengadili Fuad Plered yang telah melukai hati umat Islam, khususnya Abnaul Kahairaat.
Koordinator Aksi, Sugianto Kaimudin menyampaikan, aksi ini adalah bentuk kecintaan terhadap Guru Tua yang sudah berjasa besar dalam dunia pendidikan serta dakwah Islam di Indonesia. Serta menegakkan kehormatan ulama dan mengajak umat untuk lebih menghormati para ulama.
“Kami hadir di sini untuk menyuarakan aspirasi umat Islam khususnya abnaul khairaat, bahwa ulama adalah panutan dan harus dihormati. Kami menuntut keadilan dan berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti atas penistaan yang dilakukan Fuad Plered terhadap guru kami, yakni Guru Tua,” ujarnya.
Sebelum menyerahkan surat pernyataan sikap yang ditujukan ke Presiden RI dan Kapolri kepada pihak kepolisian, massa aksi kembali melakukan orasi secara bergantian di depan Mapolres Poso.
Dalam orasi itu menyebutkan, agar pihak kepolisian segera menangkap Fuad Plered, jika tidak diindahkan maka para Abnaul yang akan melakukannya.
“Kalau aparat tidak segera memproses dan menangkap Fuad Plered maka kami yang akan melakukanya dengan cara kami sendiri,” tegas orator aksi.
Adapun isi pernyataan sikap terbuka dari Solidaritas Cinta Guru Tua,
- Bahwa penghinaan dengan penyebutan nama Guru Tua oleh Fuad Plered telah melukai perasaan umat Islam terkhusus Abnaul Khairaat dan simpatisan, dikarenakan Guru Tua bagi kami adalah sosok kharismatik yang telah menyebarkan agama Islam, dakwah dan pendidikan di bumi Sulawaesi Tengah serta melahirkan ulama-ulama dan santri yang kompoten dalam ilmu agama.
- Bahwa Fuad Plered telah menghina dan merendahkan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri maka wajib ditangkap dan ditindak tegas oleh aparat hukum sesuai yang berlaku di Negara Kesayuan Republik Indonesia (NKRI) agar terpenuhinya rasa keadilan.
- Bahwa penistaan yang dilakukan Fuad Plered sudah cukup lama, namun sampai saat ini penangananya sangat lamban, padahal secara resmi telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Tengah.
- Demi menjaga kondusifitas, maka kami dari Solidaritas Cinta Guru Tua Kabupaten Poso meminta segera menangkap Fuad Plered untuk diadili dan di penjarakan.
- Meminta kepada Kapolres Poso untuk melanjutkan pernyataan sikap ini kepada Kapolri dan Presiden RI.
Pernyataan sikap Solidaritas Cinta Guru Tua Kabupaten Poso di terima langsung Kabag Ops mewakili Kapolres Poso.
Kabag Ops Polres Poso, AKP. Sudji mengatakan, bahwa laporan sebelumnya sudah ditindak lanjuti oleh pihaknya.
“Laporan secara resmi telah di proses oleh Kapolres Poso, Insya Allah dalam waktu dua hari kedepan bakal dipanggil sejumlah saksi oleh Polres setempat,” tandasnya.
Reporter : Ishaq Hakim
Editor : Yamin