IPIM Sulteng: Islam Berkembang dan Diterima Baik di Amerika

oleh -
Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat , Rosan Perkasa Roeslani bersama Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Sulteng H Abdul Azis Tammauni berfoto bersama. DOK: ABD. AZIZ T

PALU – Keharmonisan antar pemeluk agama di Amerika Serikat (AS) terjalin sangat baik. Terbukti berbagai agama telah berkembang dengan baik di AS saat ini. Bukan hanya agama Kristen menjadi mayoritas di negara adikuasa ini, tetapi agama minoritas seperti Islam juga berkembang pesat.

Perkembangan Islam di AS bisa dibuktikan dengan berdirinya Islamic Institute di Chicago, yang merupakan proyek dari Organisasi Konferensi Islam Internasional yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Selain itu di Los Angeles juga terdapat Islamic Center, yang digunakan sebagai pusat keilmuan Islam dan aktivitas lainnya.

Dengan berbagai perkembangannya, Islam di Amerika Serikat semakin mendapat tempat khusus dalam masyarakat setempat. Umat Islam Amerika juga dinilai mampu memberikan kontribusi yang besar untuk kemajuan pembangunan negara itu.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Sulteng H Abdul Azis Tammauni mengatakan, baru-baru ini pihaknya diundang oleh negara itu, melalui kedutaan besar Indonesia yang ada di AS Rosan Roeslani.

Kedatangan ke AS bersama Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Kiai Haji Nasaruddin Umar dan para imam besar lainnya, guna mengikuti kegiatan internasional Visitor Leadership Program (IVLP) yang bertemakan Dialogue with Mosques and Imams in Promoting Community Development and Religious Tolerance (dialog dengan masjid-masjid dan imam-imam untuk mendorong pembangunan komunitas dan toleransi antar umat beragama).

“Dari kegiatan itu kami bisa menyimpulkan bahwa Pemerintah Amerika Serikat tidak pernah menghalang halangi atau mengatur agama lain, untuk tidak melakukan ibadah atau memasak untuk memeluk satu agama yang menjadi mayoritas.

“Negara Amerika di sana sangat menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia, sehingga agama apapun di sana semua dihargai sekalipun masyarakat yang tidak memiliki agama, karena selama ini beredar informasi jika negara Amerika Serikat tidak memberikan ruang bagi agama Islam atau agama lainnya hidup di sana ,” ujar Abdul Azis Tammauni, kepada media alkhairaat online, di ruang kerjanya, Kamis (23/6).

Menurutnya, selama dua minggu mengikuti kegiatan IVLPm banyak pengalaman dan pengetahuan yang dipetik dari negara Paman Sam itu.

“Suatu kebanggaan bagi saya sebagai tokoh Agama di Sulteng mendapatkan kehormatan dari Pemerintah Amerika Serikat. Ini tidak semua orang bisa mendapat undangan ini,” ujar Abdul Azis.

Reporter: IRMA
Editor: NANANG