DONGGALA – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mavali menggelar kegiatan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Pelatihan Tenun Donggala, Selasa (27/6).
“Apa yang menjadi program Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Mavali ini menjadi harapan kita bersama, agar hasilnya bisa menciptakan entrepreneur muda kreatif dan inovati. Pelatihan tenun ini sangat relevan dengan yang sedang diprogramkan Pemerintah Donggala, berupa pelestarian dan pengembangan tenun,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Donggala, Kasmudin.
Menurut Kasmudin, pelatihan yang diikuti generasi muda ini dapat meningkatkan pengembangan hasil kebudayaan Kabupaten Donggala di bidang tenun sebagai kebanggaan daerah yang telah ditetapkan pemerintah sebagai warisan budaya takbenda.
“Tenun Donggala dari namanya saja jelas merupakan hasil kebudayaan kita sendiri, sehingga wajar kalau terus dikembangkan. Tempatnya memang berada di Kabupaten Donggala, bukan di tempat lain,” tegas Kasmudin.
Kasmudin menjelaskan, sejak tahun 2022 lalu, Bupati Donggala sudah mengeluarkan Peraturan Bupati yang mewajibkan seluruh ASN di lingkup Pemkab Donggala agar memakai baju dan sarung berbahan tenun Donggala setiap hari Kamis.
“Ini merupakan langkah maju sekaligus menumbuhkan perekonomian para pengrajin. Adanya kebijakan tersebut, pengrajin yang sebelumnya banyak yang tidak berproduksi, pada akhirnya mereka bangkit kembali karena banyaknya permintaan,” kata Kasmudin.
Sementara itu, Kepala SKB Mavali Donggala, Ahmad, menyebutkan, pelatihan ini diikuti 25 peserta dengan pola 200 jam. Para peserta diberi pelatihan baik teori maupun praktik.
Panitia menghadirkan beberapa pemateri dan instruktur yang cukup kompeten di bidangnya.
Reporter : Jamrin AB
Editor : Rifay

