POSO – Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG) Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Sulawesi Tengah (Sulteng), yang sempat tertunda akibat perselisihan internal akan kembali berjalan dalam waktu dekat.
Pengurus Yayasan Imanuel Permata Indah Tentena selaku mitra resmi dapur MBG Patiwunga memastikan bahwa hambatan operasional telah ditangani. Kepastian itu disampaikan melalui kuasa hukumnya Celebes Legal Center (CLC), Albert Sinay, S.H, Rabu (4/2).
Albert menyebut, dapur MBG Patiwunga direncanakan mulai beroperasi 5 atau 6 Februari kedepan.
“Jadwal tersebut kita sesuaikan dengan kesiapan sarana prasarana serta koordinasi teknis bersama BGN,” ujarnya.
Warga setempat, kata Albert, menyatakan siap mendukung penuh kelanjutan operasional MBG di Desa Patiwunga.
Dukungan itu dituangkan dalam surat pernyataan tertulis yang memuat aspirasi masyarakat agar program segera berjalan dan memberi manfaat bagi peserta didik, mulai dari tingkat PAUD hingga SMA.
“Kami berharap para peserta didik segera menerima manfaat dari program MBG ini sebagai bagian dari kebijakan nasional peningkatan gizi anak,” sebut Albert sesuai isi surat pernyataan tersebut.
Warga juga meminta agar setiap persoalan internal antara pengurus yayasan dan pihak pemodal diselesaikan secara musyawarah, tanpa menghambat atau menghentikan operasional dapur MBG yang menyentuh langsung kepentingan publik.
“Mereka menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk aksi atau gangguan dari oknum tertentu yang berpotensi meresahkan lingkungan SPPG Patiwunga dan mengganggu keberlanjutan operasional dapur MBG,” ungkap Albert.
Perlu diketahui, pihak pemodal sebelumnya telah menarik seluruh peralatan yang digunakan oleh mitra Dapur SPPG Poso Pesisir Selatan. Namun, pengurus yayasan telah menggantinya dengan perlengkapan baru sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu pihak yayasan telah berkoordinasi dengan BGN tingkat regional, wilayah hingga Kepala SPPG, guna memastikan operasional MBG Patiwunga berjalan optimal dan berdampak langsung bagi para siswa sebagai penerima manfaat.

