Semarak Kemerdekaan Kampung Mualaf Sigi

oleh
Anak-anak kampung Mualaf Sigi mengikuti lomba makan kerupuk, Senin (17/8). (Foto: Humas ACT)

SIGI –  Warna khas merah putih nampak menghiasi perkampungan yang berada di kaki gunung itu. Tepatnya di Kampung Mualaf, Desa Padende, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (17/8/).

Pandemic Covid-19 tak lantas mengurangi semangat warga untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75. Sementara, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulawesi Tengah sebagai penyelenggara kegiatan, setiap saat mengingatkan kepada warga untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

Perayaan HUT RI bertajuk ‘Semangat Patriotisme Bersatu Melindungi Bangsa untuk Merdeka dari Covid-19’ ini, dimulai dengan prosesi pembukaan secara sederhana.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan pelbagai lomba, di antaranya makan kerupuk, lari kelereng, tiup balon, pakai baju, hafal pancasila serta hafal lagu kebangsaan.

Tim MRI Sulteng Aisyah Marzuki mengatakan, perayaan HUT RI kali ini sedikit berbeda. Pasalnya, selain mengikuti protokol kesehatan, MRI Sulteng juga harus menitikfokuskan satu lokasi, serta tidak diperuntukkan untuk umum.

“Meski kami melaksanakan kegiatan ini di daerah terpencil seperti ini, namun kami tetap mengingatkan warga untuk selalu cuci tangan setelah mengikuti lomba,” ujarnya, Kepada MAL Online, Selasa (18/8).

Aisyah mengatakan, alasan MRI Sulteng menyelenggarakan HUT RI di Kampung Mualaf Desa Padende untuk menumbuhkan rasa nasionalis warga di perkampungan.

“Kami harap kegiatan ini bisa meningkatkan kecintaan warga terhadap Indonesia, kami juga memberikan sedikit edukasi kepada mereka bahwa seperti apa jiwa nasionalis itu,” tuturnya.

Selain menyelenggarakan lomba HUT Kemerdekaan, MRI-ACT Sulteng juga menyalurkan sedekah pangan untuk seluruh warga di kampung mualaf tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada MRI dan ACT karena sudah melaksanakan HUT RI di kampung kami, kedepannya kami berharap agar selalu dilakukan pendampingan seperti sebelumnya,” kata Pembina Kampung Mualaf Desa Padende, Istan.

Istan berharap, kedepannya MRI-ACT Sulteng bisa memperhatikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di kampung mualaf tersebut. Pasalnya, semangat anak-anak untuk belajar di kampung tersebut begitu tinggi.

“Mudah-mudahan ke depannya kita bisa dibantu lagi oleh MRI-ACT Sulteng, Terimakasih ACT,” pungkasnya. (IKRAM)

Iklan-Paramitha