PALU – Sekretaris Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo, menutup rangkaian Festival Raudhah Sis Aljufri Tahun 2026, di kawasan religi Jalan Sis Aljufri, Palu Barat, Senin (30/03).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Haul ke-58 Guru Tua, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, yang telah berlangsung sejak 28 hingga 30 Maret 2026.

Sekkot Irmayanti Pettalolo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, peserta, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Raudhah Festival 2026.

“Festival ini bukan sekadar rangkaian kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kecintaan kita kepada sosok ulama besar, pendiri Perguruan Islam Alkhairaat, yakni Guru Tua, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri,” ujarnya.

Menurutnya, Guru Tua merupakan tokoh yang telah memberikan kontribusi besar dalam membangun peradaban umat melalui pendidikan, dakwah, dan keteladanan akhlak mulia.

Irma juga menyampaikan bahwa Festival Raudhah telah menjadi agenda rutin Pemerintah Kota Palu dalam rangka memperingati Haul Guru Tua dan telah dilaksanakan selama 16 tahun berturut-turut.

“Alhamdulillah, festival ini diharapkan mampu mendorong perputaran perekonomian masyarakat. Kegiatan ini juga disiapkan untuk memberikan akses bagi para pelaku UMKM serta menjadi ruang produktif bagi mereka,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, ia berharap masyarakat tidak hanya diajak untuk mengenang jasa dan perjuangan Guru Tua, tetapi juga meneguhkan kembali nilai-nilai luhur yang telah diajarkan, seperti keikhlasan, kesederhanaan, persatuan, serta kecintaan terhadap ilmu dan agama.

Dia berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan mampu menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk terus melanjutkan perjuangan dalam menuntut ilmu, menjaga akhlak, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.

Selain itu, festival ini juga dinilai menjadi momentum penting dalam mempererat kebersamaan dan sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam membangun Kota Palu yang religius, harmonis, dan berdaya saing.

“Dengan berakhirnya Raudhah Festival 2026 ini, saya mengajak kita semua untuk tidak berhenti sampai di sini. Mari kita terus menghidupkan semangat perjuangan Guru Tua dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Di akhir penyampaiannya, Sekda juga menegaskan bahwa pelaksanaan festival tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan di tahun mendatang agar dapat lebih baik lagi, sekaligus diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi yang lebih besar di masa yang akan datang. ***