Sebanyak 900 Warga di Desa Ape Sindue Belum Nikmati Internet

oleh -
Kadis Kominfo Donggala Anhar

DONGGALA – Sebanyak 900 warga di Desa Ape Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, hingga saat ini belum pernah menikmati jaringan internet, padahal jarak Desa Ape ke Ibu Kota Provinsi Sulawesi Tengah tidaklah jauh, hanya berjarak 1 jam 8 menit atau sekitar 43,8 Kilometer.

Tokoh masyarakat Ape, Wawan mengatakan, anak pelajar di desa itu banyak yang harus ke Wani atau ke Toaya, hanya untuk mendapatkan jaringan internet.

Saat ini banyak pembelajaran sekolah menggunakan jaringan internet, sementara di Ape jaringan internet belum tersedia.
“Ada 900 warga di Desa Ape ini. Di sini belum ada jaringan internet yang masuk. Kasihan anak-anak sekolah di sini kalau mau belajar. Mereka terpaksa harus keluar rumah sampai tengah malam, karena untuk mencari jaringan internet. Sampai kapan kondisi seperti ini dialami anak anak kami,” ujar Wawan Kepada media ini, Selasa (20/2).

Sementara di tempat terpisah, Kepala Kominfo Kabupaten Donggala Anhar mengatakan, saat ini Kominfo pusat sudah membangun BTS di Donggala sebanyak 45 BTS. Saat ini BTS tersebut masih tahap pemeliharaan dan peningkatan bandwidth ( jumlah konsumsi transfer data,red).

“Kita sudah sampaikan pada saat pertemuan di Makassar kepada Kominfo Pusat terkait keluhan masyarakat. Sarana itu sudah terbangun sudah efektif, contohnya seperti di Gumbasa dan di Taripa, itu ada semuanya. Cuma kan banyak faktor-faktor membuat jaringan internet itu kuat atau lemah, misalnya topografi, bandwidth dan lain sebagainya,” Katanya.

Menurutnya, hasil konfirmasi mereka di Jakarta, bahwa hal ini masih tahap pembuatan kontrak pemeliharaan, karena ada sedikit trouble. Setelah itu akan dibenahi.

“Yang terpenting towernya sudah terbangun kapan masuknya jaringan itu ke tengah-tengah masyarakat Kabupaten Donggala, sisa menunggu informasi dari kominfo pusat,” ujarnya.

Menurutnya, Kominfo Pusat pasti akan bekerja sama dengan operator seperti Telkomsel Indosat dan XL. Maka tinggal menunggu dari proyek sejatinya milik Kominfo Pusat itu.

Reporter: IRMA/Editor: NANANG