PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperingati satu tahun kepemimpinan Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido melalui rangkaian doa bersama, dzikir, buka puasa, serta pembagian lebih dari 5.000 paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Raya Baitul Khairaat, Palu, Ahad (22/2).

Acara ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus momen refleksi atas perjalanan satu tahun pemerintahan Anwar–Reny yang diwarnai tantangan penyesuaian fiskal nasional dan dinamika sosial ekonomi pascapandemi. Hadir dalam kesempatan itu unsur Forkopimda Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, jajaran TNI–Polri, lembaga peradilan, tokoh agama, tokoh masyarakat, para mantan gubernur, hingga ribuan warga dari berbagai kabupaten/kota.

Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyebut tahun pertama kepemimpinan sebagai tahap krusial dalam membangun fondasi pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berpihak kepada masyarakat. Ia mengakui adanya dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat terhadap fiskal daerah, namun menegaskan pelayanan publik tidak boleh terdampak.

“Di saat anggaran kita dipotong cukup besar, kami sepakat untuk tidak mengeluh. Pemerintah tidak boleh lemah. Kalau pemerintah loyo, rakyat ikut lemah. Maka kami memilih tetap bekerja, tetap tersenyum, dan memastikan program prioritas tetap berjalan,” ujar Anwar Hafid.

Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menekankan pentingnya penguatan sektor kesehatan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai 2026.

“Insya Allah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny.

Program tersebut direncanakan berjalan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama. Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan pembentukan rumah sakit pendidikan spesialis jantung guna memperkuat layanan kesehatan rujukan.

Pada sektor infrastruktur, Pemprov Sulawesi Tengah memprioritaskan pembukaan konektivitas antarwilayah, termasuk pengembangan jalur Sausu–Sigi yang selama ini rawan longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan. Peningkatan akses tersebut dinilai vital untuk mempercepat perputaran ekonomi dan mengurangi keterisolasian daerah.

Penguatan juga dilakukan di sektor transportasi udara, dengan dibukanya rute internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pemerintah provinsi turut mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar ke depan dapat berfungsi sebagai embarkasi haji.

“Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta event nasional dipusatkan di Palu,” ujar Anwar.

Sebagai bagian dari strategi penggerak ekonomi, Kota Palu juga dipersiapkan menjadi tuan rumah Fornas 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia. Pemerintah optimistis agenda tersebut akan memberi dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat.

Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal pembangunan daerah.

“Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya.***