PALU- Meski Kota Palu berhasil meraih piala Adipura, namun sebagian warganya belum memiliki kesadaran menjaga lingkungan di sekitarnya. Seperti terlihat di seputaran Tavanjuka Permai, lingkungan itu penuh dengan tumpukan sampah. Bukan hanya di satu titik tetapi tapi sampah berserakan di beberapa tempat.
Ketua Relawan Bebas Sampah Kota Palu Halima Charoline sangat kecewa melihat kondisi di sekitaran perumahan BTN Tavanjuka Permai itu, yang kotor banyak sampahnya. Dia beranggapan, lurah, RT, RW dan warga setempat belum berkerja sama dengan baik dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Beberapa bulan lalu saya di beri tahu anggota saya bahwa seputaran Tavanjuka permai kotor banyak tumpukan sampahnya. Jadi saya menyempatkan di hari kamis kemarin jalan- jalan di lokasi yang di maksud betapa terkejutnya saya melihat pemandangan di sini. Di mana di sekitar rumah-rumah besar ada tanah kosong di situ banyak tumpukan sampahnya.
“Belum lagi itu saya juga melihat ada bapak-bapak naik motor dan anaknya bawa dua kantongan dengan seenaknya membuang sampahnya di tepi jalan itu. Luar biasa hebatnya bapak itu, tidak ada hati nurani, di rumahnya mereka kasih bersih, tapi lingkungannya orang mereka kotori,” keluh Ketua Relawan Bebas Sampah Kota Palu, kepada media ini, Jumat (4/4) .
Ia mengatakan, setahunya kompleks perumahan Tavanjuka Permai ini merupakan salah satu rumah berkelas atau elit, tetapi mengapa tampak ada yang jorok. Harusnya warga di sini peka dan bergotong royong membersihkan jika lingkungan terlihat kotor dan kumuh. Tidak mengabaikan dan membiarkan sampah itu menumpuk membusuk .
“Rumah-rumahnya besar, pasti orang berkelas dan berpendidikan yang tinggal di seputaran Tavanjuka Permai ini, tetapi kenapa begini joroknya,” ujar wanita disapa Irma ini.
Kadis DLH Kota Palu Muh Arief Lamakarate mengatakan, pihaknya akan segera memerintahkan anggotanya untuk melihat lokasi yang penuh sampah itu.
“Di Tavanjuka Permai itu tidak semuanya masuk wilayah Kota Palu, sebagian itu sudah masuk wilayah Kabupaten Sigi. Tetapi jika masih masuk wilayah Kota Palu kami akan menanganinya,” ujar Kadis DLH Muh Arief Lamakarate.
Di tempat terpisah Lurah Tavanjuka, Putra Maharandha Airlangga mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan DLH guna meminta tolong diantu alat berat, untuk penggusuran sampah-sampah yang ada ruas jalan tersebut.
Asnidar warga Kelurahan Palupi mengatakan, warga belum ada kesadaran. Bisa jadi kata dia, yang membuang sampah, mereka yang tidak mau membayar retribusi sampah, sehingga sampah rumah tangga mereka buang di lahan kosong.
“Ini warga tidak bisa lihat tanah kosong, langsung mereka jadikan tempat pembuangan sampah. Jangan-jangan karena malas bayar retribusi sampah ini,” ungkap Asnidar.
Reporter: IRMA
Editor: NANANG