PALU – Anggota DPR RI dapil Sulteng, Sakinah Aljufri mengawali reses keduanya tahun 2020 ini dengan mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu. Dua perguruan tinggi yang dimaksud adalah Institut Agama Islam (IAIN) Palu dan Universitas Alkhairaat (Unisa).

Sebelum ke Unisa, Sakinah bersama rombongan, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Rizal, terlebih dahulu menemui Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi, Kamis (05/02).

Selain menyampaikan kabar baik mengenai pemberian bantuan beasiswa, Sakinah juga menyampaikan dukungannya atas upaya IAIN Palu untuk beralih status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).

“Kami memiliki jatah beasiswa sebanyak 450 orang, terdiri dari 225 untuk S1 dan 225 untuk PPA. Inilah yang akan dibagi-bagi di beberapa perguruan tinggi. Untuk beasiswa S2 sedang dalam perencanaan,” kata Sakinah di hadapan Rektor dan beberapa pejabat IAIN lainnya.

Ia pun mengaku gembira mendengar kabar progres alih status IAIN Palu menjadi UIN yang saat ini sudah sampai di Kementerian Pendayaguanaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi.

Sakinah berjanji akan mengawal dan membantu proses IAIN Palu menjadi UIN Datokarama dengan melibatkan Fraksi PKS dan Komisi X di DPR-RI.

Ia berharap, ketika IAIN Palu menjadi UIN, maka akan menjadi perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Sulteng, sehingga dapat menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat di Sulteng.

Tak hanya dalam bentuk lisan, Sakinah juga menyampaikan dukungan alih status tersebut dengan menandatangani surat rekomendasi dukungan.

Terkait itu, Rektor IAIN Palu, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi, berharap, hadirnya Sakinah Aljufri di IAIN Palu, membawa berkah bagi perguruan tinggi tersebut.

Kepada Sakinah Aljufri, Prof Sagaf menyampaikan beberapa hal meliputi perkembangan alih status IAIN Palu menjadi UIN, rencana pembangunan dan pengembangan kampus dua IAIN Palu di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.

Dari IAIN, Sakinah bersama rombongan langsung bertolak menemui Rektor Unisa, Dr Umar Alatas. Di Unisa, Sakinah juga menyampaikan hal yang sama terkait pemberian beasiswa kepada mahasiswa.

“Tapi Unisa tetap yang menjadi prioritas beasiswa S1 maupun yang on going. Kenapa Unisa yang menjadi prioritas, karena ini beban moral saya untuk lembaga ini. Salah satunya juga dalam rangka memenuhi kebutuhan guru Alkhairaat. Makanya kita akan buat komitmen dengan penerima beasiswa agar setelah lulus, minimal yang bersangkutan mau mengabdi dulu di Alkhairaat, minimal satu tahun,” ujarnya.

Sebab, kata dia, berdasarkan pantauannya selama ini, sekolah-sekolah Alkhairaat sangat kekurangan guru.

Rektor Unisa, Dr Umar Alatas mengaku bersyukur atas perhatian Sakinah Aljufri terhadap perkembangan lembaga yang dipimpinnya itu.

“Kita tinggal tunggu berapa kuota beasiswa untuk Unisa dan ini akan jadi amanah untuk kita laksanakan sebaik-baiknya,” kata Rektor.

Ia menambahkan, Unisa sendiri memiliki tujuh fakultas dan 13 prodi. Kalau untuk beasiswa KIP biasanya teralokasi untuk mahasiswa di enam fakultas, terkecuali Fakultas Kedokteran. Di FKIP ada dua prodi matematika dan bahasa. Ini yang relevan untuk pembinaan guru-guru,” pungkasnya. (RIFAY)