Rumah Warga Terbakar di Lembantongoa akan Dibangun Kembali

oleh
Para tokoh lintas Agama foto bersama usai pernyataan sikap di Kedai 27 Kota Palu, Senin (30/11). (Foto: IST)

PALU- Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng) berjanji akan melakukan pembangunan bagi rumah warga di Desa Lembantongoa Kabupaten Sigi.

Hal itu disampaikan oleh Kapolda Sulteng Irjen Rahman dalam pertemuan antara lintas agama, Senin 30/11 di kantor Mapolda Sulteng.

Pendeta Frist Sem A.Kadori salah seorang perwakilan lintas Agama usai rapat bersama mengatakan, Kapolda Sulteng Irjen Rahman telah menyampaikan langsung ucapan belasungkawa dan keprihatinannya atas peristiwa pembantaian yang di lakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur ( MIT).

Dalam pertemuan itu membahas langkah-langkah strategis yang sudah dilakukan dalam upaya pengejaran, dan penangkapan kelompok teroris MIT.

“Bapak Kapolda juga telah melakukan memfasilitasi pemakaman jenazah dan rencana sangat kami syukuri akan dilakukan pembangunan kembali rumah rumah warga yang telah dibakar oleh kelompok MIT tersebut,” ungkap Pendeta Frist Sem A.Kandori.

Selain itu Polda Sulteng akan melakukan trauma healing bagi keluarga korban.

“Bapak Kapolda menyampaikan ucapan terimakasih kepada tokoh agama yang sudah mengambil perannya dalam menenangkan umat, sehingga situasi aman dan terkendali,” ujarnya.

Menghadapi Hari H masa pencoblosan calon kepala daerah di Sulteng tanggal 9 Desember mendatang, hari Natal dan tahun baru 2020 , Kapolda juga meminta seluruh toko agama, pemuda, tokoh masyarakat berkomitmen untuk menjaga keamanan Masyarakat.

Menurutnya,kejadian ini bukanlah persoalan antar pemeluk agama tapi benar-benar masalah keamanan/terorisme.

Frits juga mengharapkan agar pertemuan silahturahim bisa di lakukan secara berkala untuk mengirim pesan kepada umat bahwa para tokoh agama bersatu tidak ada alasan untuk terjadi gesekan di antara umat beragama.

Sementara di tempat yang sama Ketua MUI Sulteng Prof Zainal mengaku, merasa ikut bergembira atas pertemuan dan menyatakan, bahwa persaudaraan itu prinsipnya adalah di mana tokoh-tokoh agama bisa bersama-sama menenangkan umatnya.

“Saya memberikan apresiasi yang bagus kepada Mayor Erick sebagai pimpinan Gereja Bala Keselamatan atas khotbahnya yang dapat menenangkan umat pada saat ibadah pemakaman korban,” ujar Zainal Abidin.

Mayor Erick sebagai Komdan Divisi Balai Keselamatan (BK) menyampaikan jaminannya bahwa umatnya tetap tenang dan tidak akan membuat gerakan-gerakan bisa merugikan semua pihak.

Dalam hal ini juga pihaknya menyampaikan dukungannya kepada Kapolda dan jajarannya dalam menuntaskan kasus tersebut.

“Saya akan melanjutkan dan.melaporkan hasil pertemuan ini kepada semua pimpinan Bala Keselamatan, pertemuan ini benar-benar bisa lebih memberi ketenangan kepada umat BK,” ujar mayor Erik.

Sementara Sekjen PB Alkhairat Ridwan Yalijama mengatakan, lembaga Alkhairaat benar-benar mengutuk keras perbuatan terorisme dan menyatakan bahwa bagi Alkhairaat kita semua bersaudara, tidak ada perbedaan.

Dalam pertemuan bersama Kapolda Sulteng tersebut hadir Ketua MUI Provinsi Sulteng Prof Zainal Abidin, Sekjen PB Alkhairat Ridwan Yalijama, Ketua PGLII Pdt Yewin, Ketua PGPI Pdt dr Jenny Toding, Ketua Sinode GPID, Ketua Klasis GKST dan tokoh agama Pdt Frits S. A Kandori.

Kontributor: Irma
Editor: Nanang

Donasi Bencana Sulbar