PALU – Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, membuka kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi Remaja Islam Masjid (Risma), di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Jumat (13/02).

Diklat RISMA yang dilaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu tersebut bertujuan menambah wawasan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan rapat koordinasi Forum Pembauran Kebangsaan Kota Palu.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, menyampaikan, penguatan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan kepada seluruh pemangku kepentingan sebagai upaya memperkuat rasa nasionalisme.

“Kita perlu terus melakukan penguatan kepada seluruh stakeholder untuk kembali menguatkan nilai-nilai kebangsaan melalui Pancasila sebagai pegangan dalam menumbuhkan jiwa nasionalisme,” ujarnya.

Ia berharap, risma dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam mengidentifikasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Ia juga mendorong kolaborasi lintas pemuda dari berbagai latar belakang agama untuk bersama-sama memetakan masalah dan menyiapkan solusi terbaik.

Di kesempatan itu, dia menyinggung pentingnya menjaga aset daerah agar tidak hilang ataupun rusak.

Hadi mengingatkan agar seluruh pihak turut menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah.

“Jangan sampai ada yang hilang. Kalau sekarang saja besi sedikit sudah hilang, apalagi yang tidak kelihatan. Banyak aset yang sudah kita buat, namun masih saja terjadi kehilangan,” ujarnya.

Hadi menyoroti tantangan pengangguran terbuka yang masih cukup tinggi, yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

Menurutnya, persoalan pengangguran tidak hanya disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan, tetapi juga karena adanya kecenderungan masyarakat yang terlalu selektif dalam memilih pekerjaan.

Selain itu, faktor lain seperti rendahnya tingkat penyelesaian pendidikan, ketidaksesuaian lulusan pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, serta minimnya keterampilan juga menjadi penyebab. ***