JAKARTA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah (Sulteng) resmi dilantik oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk masa bakti 2026-2031.

Pelantikan berlangsung di Movenpick Hotel Jakarta City Center, Jakarta Pusat, Selasa (3/2) malam, bersama 37 DPW PKB lainnya se-Indonesia.

Dalam kepengurusan baru DPW PKB Sulteng, terdapat sejumlah perubahan struktur. Dewan Syuro kini dijabat oleh Ustad Samirdan sebagai Ketua dan Ustad Sobaryadi sebagai Sekretaris.

Sementara itu, jabatan Ketua Dewan Tanfidz diemban oleh H. Risharyudi Triwibowo, dengan Muhammad Safri sebagai Sekretaris dan Risma sebagai Bendahara.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya fase baru kepemimpinan PKB di Sulteng dalam menghadapi dinamika politik nasional dan daerah yang kian kompleks.

Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, menekankan pentingnya perubahan cara berpikir dan cara kerja politik bagi seluruh pengurus DPW yang baru dilantik, termasuk DPW PKB Sulawesi Tengah.

Pesan tersebut disampaikan Muhaimin dalam kegiatan Akademi Politik dan Kebangsaan (Akpolbang) yang digelar di Jakarta, Senin (2/2) malam, sehari sebelum pelantikan.

Menurut Muhaimin, tantangan politik dan persoalan kebangsaan bergerak sangat cepat sehingga tidak lagi relevan jika dihadapi dengan pendekatan lama.

“Pengurus DPW yang baru harus berani mengubah orientasi dan cara pikir. Politik hari ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan kemampuan beradaptasi,” tegasnya.

Ia menilai pengalaman masa lalu tidak akan berarti tanpa kemauan untuk terus belajar dan memperbarui diri. Politik, kata Muhaimin, merupakan arena yang menuntut peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

“Tidak boleh ada kader yang merasa sudah cukup. Kita harus terus memperluas wawasan dan menyesuaikan cara kerja dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.

Selain itu, Muhaimin juga mendorong pengurus DPW PKB untuk memperkuat kerja kolaboratif, baik di internal partai maupun dengan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, persoalan bangsa tidak dapat diselesaikan secara sektoral atau berjalan sendiri-sendiri.

“PKB harus solid dari pusat hingga daerah. Sekali bergerak, harus mampu menyelesaikan banyak persoalan bangsa sekaligus,” katanya.

Ia menegaskan bahwa PKB tidak hanya berorientasi pada kekuatan elektoral, tetapi juga harus tampil sebagai partai yang menawarkan gagasan dan solusi nyata bagi masyarakat.

Menutup arahannya, Muhaimin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPW PKB yang baru dilantik dan mengajak seluruh kader menjaga soliditas serta disiplin dalam mengemban amanah partai. “Selamat kepada seluruh sahabat yang terpilih. Mari jaga kebersamaan dan terus berjuang untuk bangsa melalui PKB,” pungkasnya.