POSO – Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan mengantarkan jenazah KH Adnan Arsal ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman Islam, Jalan Pulau Irian Jaya, Kelurahan Gebangrejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sabtu (28/3).
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan penuh haru. Warga memadati area pemakaman untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ulama kharismatik tersebut.
KH Adnan Arsal dikenal luas sebagai pendiri Pondok Pesantren Amanah sekaligus tokoh sentral dalam upaya perdamaian di Poso, Sulawesi Tengah.
Ia dijuluki sebagai deklarator dan panglima damai Poso, berkat perannya dalam meredam konflik yang pernah melanda Poso beberapa tahun silam.
Dalam catatan sejarah, KH Adnan menjadi salah satu tokoh yang tetap bertahan di Poso saat konflik, sekaligus berupaya menjaga harmoni antarumat.
Buku yang ditulis Choirul Anam juga menyebutkan kontribusi besar KH Adnan Arsal dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di daerah tersebut saat konflik berlangsung.
Setelah situasi kondusif, KH Adnan memilih fokus pada pengembangan dunia pendidikan melalui pesantren yang didirikannya.
Pesantren Amanah yang ia bangun kemudian berkembang dan menampung santri dari berbagai daerah, menjadi pusat pembinaan generasi muda berbasis keagamaan.
Besarnya jumlah pelayat yang hadir dalam pemakaman menjadi bukti kuat kecintaan masyarakat atas jasa dan pengabdian almarhum bagi perdamaian dan pendidikan di Poso.
Untuk diketahui, KH Adnan Arsal meninggal dunia, Jumat (27/3) di RS Anutapura Palu saat menjalani perawatan intensif.

