PALU- Warga BTN Bumi Indah Tinggede dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan remaja, Bunga, bukan nama sebenarnya, dalam keadaan tewas tergantung  dengan tali nilon di dalam kamarnya, pada hari Jumat (10/11) kemarin, sekitar pukul 05.00 WITA dini hari.

Menurut keterangan yang didapatkan dari pihak kepolisian setempat, Bunga ditemukan tergantung di kamarnya, sekira pukul 05.30 WITA oleh sepupunya, keluarganya.

Awalnya Nenek Bunga, Oma NR menyuruh saudara Bunga, MT dan RD untuk membawa titipan ayah Bunga yakni satu karung beras 10 kg.  Sesampainya di rumah Bunga, yang hanya bertetanggaan dengan neneknya, Bunga tidak juga keluar rumah. MT berteriak memanggil nama Bunga tetapi tidak ada suara, mereka pun kembali ke rumah melaporkan kepada Oma NR.

Setelah itu  Oma NR dan  MT dan RD kembali ke rumah Bunga dan memanggil Bunga tetapi tidak ada jawaban, sehingga neneknya membuka pintu rumah yang ternyata tidak terkunci. Mereka langsung masuk ke dalam rumah dan mencari Bunga di kamar lantai bawah dan dapur, tetapi tidak menemukan Bunga.

NR menyuruh  MT untuk naik lantai dua mengecek apakah Bunga ada atau tidak. Setelah naik ke lantai dua betapa terkejutnya MT, melihat Bunga dalam keadaan tergantung di dalam kamar. MT pun bergegas turun ke lantai satu menyampaikan hal itu kepada Oma NR, “Oma sini! Kenapa Bunga di atas ada ini (tali) di lehernya!” ujar MT.

Sepupu bunga, RN (14) yang juga turut di lokasi, langsung melihat ke lantai dua dan menemukan Bunga sudah dalam posisi gantung diri. Kemudian RN dibantu oleh RD dan MT, memotong tali dan menurunkan bunga.  Ketika diturunkan, mereka langsung memeriksa nadi Bunga, tetapi sayangnya sudah tidak berdenyut, atau telah tewas.

Pihak keluarga pun menghubungi dan menyampaikan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian, Babinkamtibmas. Sekitar pukul 07.30 WITA. Babinkamtibmas Desa Tinggede, langsung menuju TKP dan menyampaikan kejadian tersebut kepada Piket Polsek Marawola. Pukul 08.00 WITA  personel Polsek Marawola menuju TKP, dan langsung melakukan identifikasi.

Kejadian Mencurigakan Sebelumnya

Menurut pengakuan dari Security BTN Bumi Indah Tinggede III,  Ruding Aweng, pada Jum’at dini hari itu pukul 03.00 WITA. Aweng melihat mobil mencurigakan yang lewat di kompleks BTN. Dia membuntuti mobil tersebut sampai ke Blok E.

Sesampainya di sana, dia  menemukan mobil tersebut terperosok ke dalam got/saluran. Aweng menghampiri pengedara tersebut dan menanyakan orang tersebut hendak ke mana. “Mau ke mana komiu?” tanya Aweng. Pengemudi, menjawab mau ke rumah temannya.

“Di mana temanmu?”, Pengemudi pun menunjuk rumah dari Bunga. Kemudian pengemudi itu berlalu menuju rumah tersebut.

Aweng meninggalkan pengemudi tersebut dan kembali ke pos jaga. Tapi dia masih curiga, dan kembali lagi ke Blok E mencari tahu siapa pemilik mobil tadi. Setelah sampai di blok E tepatnya di depan rumah milik  Bunga, Aweng mencari pemilik mobil tetapi sudah masuk ke dalam rumah.

Karena merasa curiga dia pun sengaja mematikan pembatas listrik dengan tujuan agar orang yang berada di dalam rumah keluar.

Setelah itu datang dua orang lain, berboncengan menggunakan sepeda motor dan memarkirnya tepat di sebelah mobil yang dicurigai tadi. Aweng menghampiri kedua orang tersebut dan bertanya hendak mencari siapa. Pengendara motor itu menjawab mencari teman, si pemilik mobil itu.

 Aweng menyarankan “Telpon saja yang punya mobil.”

Kemudian pengendara motor tersebut menelepon pemilik mobil. Aweng mendengar, percakapan pengendara motor tersebut dengan si pemilik mobil.

Pengendara motor bertanya, “Di mana kau?”. Kemudian suara di balik telepon mengatakan, “Jangan baribut, karena sudah mau keluar kita ini!”

Setelah selesai menelepon pemilik mobil yang berada di dalam rumah Bunga keluar satu persatu. Security Aweng kembali menyalakan pembatas listrik,  dan masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah, tepatnya di ruang tamu, dia bertemu dengan Bunga. Dia memeriksa ke dalam kamar untuk mengecek, untuk memastikan barang atau hal apa yang telah dilakukan oleh remaja tersebut.

Aweng melihat ada dua buah handphone di atas tempat tidur, kemudian Bunga langsung masuk ke kamar mengambil dua buah Hp tersebut.  Kemudian keluar lagi sembari menunggu lelaki yang ada di luar, yang salah satunya adalah pacarnya, dan tiga orang tema lainnya yang berusaha mengangkat mobil yang masuk ke dalam got, akan tetapi kala itu tidak bisa diangkat.

Kemudian, Aweng menyampaikan kepada Bunga masuk saja dan temannya yang sedang mengangkat mobil juga berteriak Bunga masuk saja. Setelah itu, security langsung meninggalkan Bunga dan teman-temannya dan kembali ke pos jaga.

Kemudian Jum’at paginya sekitar pukul 06.30 WITA, Security BTN ini kembali ke Kompleks BTN Bumi Indah Tinggede 3 Blok E,  di rumah  Bunga. Sesampainya  di sana,  ternyata dia mendengar suara gaduh dan tangisan berasal dari dalam rumah Bunga. Aweng pun mendekat dan  bertanya kenapa menangis. kemudian pihak keluarga  menjawab Bunga sudah meninggal.

Aweng menyampaikan kepada ayah Bunga, bahwa ada “cowoknya” di situ. Kemudian ayah Bunga dan  Aweng melihat mobil tersebut telah pergi.  Aweng dan beberapa orang keluarga mengejar mobil tersebut dan berhasil menghentikan mobil tersebut di Jalan Poros Desa Tinggede sekitar 2 kilo meter dari rumah duka. Kemudian pengendara mobil tersebut oleh Aweng dan keluarga Bunga dibawa ke Mako Polsek Marawola untuk diamankan.

Diketahui, rumah Bunga berhadapan langsung dengan rumah neneknya. Selain itu setiap harinya  Bunga tinggal sendiri di rumanya, karena kedua orang tuanya bertugas sebagai Opsir Gereja BK  di Pipikoro.

Secarik Kertas Ditemukan di Lokasi

Di lokasi dia tewas tersebut, ternyata dia menitipkan pesan buat ayah dan ibunya melalui  secarik   surat yang  ditulis di sebuah kertas dengan menggunakan polpen.

Adapun isi surat tersebut sbb :

Dari C***

mama Papa c*** minta maaf atas kesalahan yang buat Mama Papa Marah

Maaf Saat ini C*** akhiri Semua kehidupanya C***

Maafkan Mama Papa Supaya C*** bisa tenang C*** Doakan Mama dan Papa di alam lainnya

C*** buruk sekali suda dihadapan keluarga Maafkan Kalau C***tidak bisa Membahagiakan Mama dan Papa karna kesalahan Ini C*** takut

Makasih Mama papa Atas 16 Tahunnya sudah besarkan C***

Di tempat terpisah, KBO Reskrim Polres Sigi Iptu Rusman, pihak kepolisi masih menyelidiki kasus tersebut.

“Kasus ini sudah dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. Kalau mau tanya lebih lanjut, silahkan hubungi Kabag Humas polres Sigi,” ujar Iptu Rusman kepada media ini, Jumat malam (10/11).

Reporter: IRMA
Editor: Nanang