PALU – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Profesor Lukman Thahir menekankan kepada seluruh jajarannya mulai dari tingkat senat, wakil rector, Biro AUPK, Pascasarjana, fakultas, dan Lembaga serta seluruh unit agar memperhatikan perjanjian kinerja yang telah ditandatangani untuk direalisasikan di tahun 2026.
Hal ini disampaikan Rektor Profesor Lukman Thahir saat menyampaikan arahan dalam acara “Evaluasi program/kinerja dan anggaran 2025 dan bagi pagu serta penandatanganan pakta integritas unit kerja tahun 2026”, berlangsung di Auditorium UIN Datokarama Palu, Senin (12/1).
“Target – target program kerja dan kegiatan anggaran dalam perjanjian kerja tahun 2026 ini agar diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik,” kata Rektor Profesor Lukman.
Rektor menekankan bahwa Perkin bukan sekadar dokumen administratif di atas kertas, melainkan “kompas” utama dalam menentukan arah kemajuan universitas di tahun ini.
Ia menekankan bahwa, bahwa UIN Datokarama telah tersertifikasi ISO 21001:2018 dan ISO 9001:2015. Dengan demikian perguruan tinggi ini telah diakui sejajar dengan perguruan tinggi di tingkat internasional.”
Oleh karena itu, budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan akademik, peningkatan kualitas mutu, dan layanan operasional kelembagaan kepada mahasiswa dan masyarakat, harus dilakukan dan ditingkatkan sesuai dengan standarisasi yang telah diterapkan ISO.
Di samping itu, kinerja tahun 2026 yang tertuang dalam perjanjian kinerja, harus diarahkan pada peningkatan realisasi anggaran yang tepat sasaran, peningkatan mutu akademik, dan transformasi digital.
“Di tahun ini juga kita akan mulai meningkatkan kualitas sarpras, di antaranya melengkapi sarana belajar dan mengajar di ruang kelas, peningkatan kualitas sarana ruangan boring, melengkapi sarana CCTV, dan meningkatkan kualitas keberhasihan kampus,” ungkapnya.
Rektor juga menambahkan bahwa akan ada evaluasi berkala setiap triwulan. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin kendala yang dihadapi fakultas atau unit di lapangan.
“Kita harus bekerja dengan data. Jika ada kendala, sampaikan. Jika melampaui target, akan ada apresiasi. Kita ingin menciptakan budaya kerja yang transparan dan akuntabel,” pungkasnya.***

