PALU – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dicapai Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan (DPRP) Kota Palu Tahun 2025 ini melebihi target yang telah ditetapkan.

Kepala DPRP Kota Palu, Achmad Arwien Afries, Jumat (19/12), mengatakan, per 16 Desember, pendapatan dari retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), telah mencapai Rp5,06 miliar, atau 138,4 persen dari target Rp3,7 miliar.

“Ini artinya bahwa saat ini Kota Palu sudah mulai bangkit dan menjadi sasaran investasi. Kita bisa lihat sendiri banyak hotel-hotel baru dan pusat perbelanjaan baru seperti Livin Plaza,” ujarnya.

Lanjut dia, kondisi ini cukup signifikan memberi kontribusi tehadap peningkatan PAD yang kemudian berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Palu.

“Kami melihat adanya kepercayaan dari investor bahwa pemerintah bersama masyarakat mampu menjaga kotanya sebagai kota yang ramah investasi, kota yang bersih, kondusif dan nyaman,” ujarnya.

Dia berharap dukungan dari masyarakat Kota Palu untuk terus menjaga dan mendukung seluruh program-program yang sedang dijalankan, termasuk kesadaran warga dalam mengurus izin, membayar pajak dan retrisbusi dalam rangka mendukung keberlangsungan pembangunan.

“Karena memang dari situlah Pemerintah Kota Palu mendapatkan sumber pendanaan untuk melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, pihaknya ditarget untuk meningkatkan PAD. Pihaknya akan bekerja lebih ekstra lagi.

“Tahun 2026 akan ada lagi hotel yang dibangun, akan ada juga pusat grosir yang dibangun oleh Indogrosir. Tentunya ini akan berkontribusi terhadap PAD maupun pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.