PALU- Ajang Putera Puteri Adipura Sulawesi Tengah 2025 kembali memukau publik dengan parade kostum daur ulang bertema lingkungan,bertempat di Zona Coffee, Jalan Emy Saelan, Kota Palu, Kamis (24/4) malam.
Setiap peserta tampil mempesona dengan kreasi busana hasil daur ulang sampah rumah tangga, plastik, spanduk bekas, dan material tak terpakai lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus ajang kreativitas generasi muda.
Reyhan Julianto Ponggele tampil gagah dengan kostum bertema keseimbangan manusia dan alam. Warna putih, emas, dan merah menggambarkan kesucian, kekayaan alam, serta ancaman dari ulah manusia. Mahkota terinspirasi dari burung Cendrawasih, dan enam sayap melambangkan lapisan atmosfer. Desainnya menyerupai ksatria yang memperjuangkan kelestarian alam.
Sementara para puteri tampil menawan dengan nuansa dongeng, pantai, hingga fantasi. Rifanny Inayah Azzahra membawa semangat The Princess Diaries dengan gaun dari plastik kresek pink dan hitam. Vinny Jessicha Mbalea mempersembahkan Tinkerbell Reborn, dengan kostum hijau berbahan plastik bekas dan botol disulap jadi bunga. Putri Inayah menghadirkan La Marina, kostum gadis pantai dari karung goni dan kerang laut anggun.
Ragam busana bertema kuat lainnya juga turut menyita perhatian. Fainna Rizqy Saskirana membawa pesan penting tentang limbah plastik lewat The Spirit of The Plastic Queen. Windy Alexzandra dengan Black Earth Empress, simbol keanggunan dalam kesadaran lingkungan. Kostum Midnight Bloom karya Ainun Awalyah memadukan warna hitam dan bunga perak sebagai simbol harapan tumbuh dari kegelapan.
Tak ketinggalan, para finalis putera seperti Muhammad Ragil dengan jas hitam dari spanduk bekas, Arya Saputera dengan Warden of Poso, dan Reyhan Ponggele, memperkuat pesan lingkungan melalui tampilan maskulin penuh makna. Seluruh peserta tidak hanya menampilkan busana memukau, tetapi juga menyuarakan pesan kepedulian lingkungan dan semangat perubahan melalui seni daur ulang inovatif dan inspiratif.
Founder Putera Puteri Adipura Sulawesi Tengah/Muhamad Syafaat, mengatakan bahwa sejak tahun 2022, Putera dan Puteri Adipura Sulawesi Tengah secara konsisten menyelenggarakan Carnaval Night.
Kegiatan ini merupakan ajang kampanye kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Melalui Recycle Carnaval Night, masyarakat diajak menyadari bahwa plastik maupun kemasan digunakan sehari-hari ternyata bisa diolah kembali menjadi sebuah mahakarya, seperti gaun daur ulang.
Syafaat mengungkapkan bahwa pada tahun ini terdapat 12 peserta, terdiri atas 4 laki-laki dan 8 perempuan yang berasal dari Kota Palu, Poso, Morowali Utara, dan Luwuk Banggai. Mereka akan tampil pada malam grand final di Madamba pada 26 April, memperebutkan tiket ke ajang nasional Putera dan Puteri Adipura yang akan dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, pada Oktober mendatang. Selain itu, juga akan digelar pemilihan Miss Bintang Remaja Sulawesi Tengah, yang akan mengikuti kegiatan sosial dan kemanusiaan pada Juli di Jakarta dan Bandung.
Untuk kostum para finalis, Syafaat menekankan bahwa pihaknya memberikan kebebasan berkreasi kepada masing-masing peserta, asalkan tetap sesuai dengan tema bahan daur ulang seperti plastik dan karung goni. Para finalis ditantang untuk menampilkan karya sekreatif dan semenarik mungkin.
Syafaat menegaskan bahwa Carnaval Night bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana menyampaikan pesan penting kepada masyarakat tentang urgensi menghentikan penggunaan plastik sekali pakai.
Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Fast Fashion and Paperless, Not My Lifestyle”. Tema ini sangat relevan dengan isu yang sedang digalakkan, seperti penghentian fast fashion, paper waste, plastik sekali pakai, dan food waste.
Syafaat menambahkan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan program Pemerintah Kota Palu, di mana pihaknya terus mendukung kampanye lingkungan secara masif di berbagai kabupaten dan kota, khususnya di Palu.
Salah satu finalis dari Poso, Windy Alexzandra, turut berpartisipasi dalam Carnaval Night berkat dukungan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Ia tampil dengan kostum dari bahan daur ulang seperti plastik hitam, bubble wrap, dan limbah industri.
Reporter: IKRAM

