POSO – Pemerintah Kabupaten Poso melalui Dinas Pendidikan menggelar audiensi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, belum lama ini membahas dampak kerusakan infrastruktur pendidikan akibat gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Poso.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari permohonan Bupati Poso kepada Wakil Presiden RI saat kunjungan kerja beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Poso Dedriawan Talingkau memaparkan, sedikitnya 43 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.
“Empat sekolah bahkan terpaksa masih menjalankan pembelajaran di luar kelas karena bangunan tak layak digunakan,” ujar Dedriawan kepada wartawan, Jumat (29/8).
Menanggapi kondisi itu, lanjut Kadis Dedriawan, Tim Revitalisasi Satuan Pendidikan Kementerian bersama Tenaga Ahli Satuan Pendidikan Aman Bencana, langsung melakukan analisa teknis terhadap laporan kerusakan yang disampaikan daerah.
Dari hasil audiensi melahirkan sejumlah kesepakatan penting. Diantaranya, 15 SD masuk Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun ini dengan fokus pada pembangunan baru dan rehabilitasi. Selanjutnya, 5 SMP disetujui mendapatkan bantuan revitalisasi pada tahun anggaran berjalan.
Sementara, sekolah yang masih belajar di luar kelas akan segera dikirim tenda pembelajaran dan siswa terdampak gempa mendapat School Kit berisi perlengkapan sekolah, dengan data penerima segera diajukan ke Kementerian.
Kadis Dedriawan menyambut baik keputusan tersebut, dan berharap proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak bisa segera pulih dan anak-anak kembali belajar dengan nyaman.
“Kami juga mengapresiasi bapak Wakil Presiden RI atas perhatian dan dukungan nyata bagi pemulihan dunia pendidikan di Poso,” pungkasnya.