PALU, MAL – Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Palu memberikan izin secara lisan kepada delapan atlet tenis meja untuk memperkuat daerah lain pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali, Desember 2026.

Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan antara Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Kota Palu dan PTMSI Kota Palu di kediaman Ketua Umum PTMSI Kota Palu, Mulyadi, Jalan Otista, Palu, Kamis malam (29/10/2026).

Ketua Umum PTMSI Kota Palu, Mulyadi, mengatakan pihaknya tidak keberatan jika delapan atlet tersebut bergabung dengan kontingen kabupaten lain. Namun, izin yang diberikan hanya secara lisan dan tidak disertai surat rekomendasi resmi.

“Untuk pemberian izin dengan mengeluarkan surat rekomendasi kepada delapan atlet itu, saya tidak bisa lakukan. Saya hanya bisa memberikan izin secara lisan,” ujar Mulyadi.

Ia menjelaskan, ketentuan perpindahan atlet mengatur bahwa permohonan perpindahan harus diajukan paling lambat enam bulan sebelum pelaksanaan kejuaraan.

Sementara itu, Koordinator PTM Kota Palu, Siti Julaeha, mengatakan keputusan tersebut memberikan kejelasan bagi delapan atlet yang sebelumnya tidak dilibatkan dalam kontingen Kota Palu untuk Porprov tahun ini.

Menurutnya, para atlet tersebut memiliki sejumlah prestasi di tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan izin tersebut, mereka berpeluang tetap mengikuti kompetisi meski harus memperkuat daerah lain.

Siti menyebutkan, sejauh ini ada dua kabupaten yang telah menghubungi pihaknya untuk meminta atlet tenis meja asal Palu bergabung dengan kontingen mereka.

“Ada dua kabupaten yang selama ini aktif menghubungi kami, yakni Kabupaten Banggai dan Buol. Mereka beberapa kali menelepon dan meminta atlet kami untuk memperkuat tim masing-masing pada Porprov Sulteng Desember mendatang,” ungkapnya.