LUWU TIMUR – PT Vale Indonesia Tbk menggelar Rembuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bagi pelaku usaha binaan PT Vale yang berada di empat wilayah pemberdayaan, meliputi Kecamatan Nuha, Wasuponda, Malili dan Towuti, di Gedung Ontae Luwu, pekan lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di area pemberdayaan.

Pada kesempatan tersebut, PT Vale bersama Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Anatowa menghadirkan pelaku UMKM lainnya dengan memberikan motivasi agar senantiasa belajar bersama tentang cara meningkatkan usaha.

Dipandu oleh beberapa pendamping program, kegiatan dihadiri 62 UMKM dengan beragam usaha dari kerajinan, kuliner (kue kering, kripik, kopi dan lainnya) yang dikemas berbeda dengan kegiatan rembuk sebelumnya.

Kali ini para pelaku UMKM diajak untuk secara langsung mengungkapkan permasalahan atau kendala dalam menjalankan usaha.

Kemudian lewat sesi talkshow, tiga pelaku UMKM diberikan kesempatan untuk membagikan kisah perjalanan usahanya untuk memotivasi peserta yang lain.

Ketua Bumdesma Anatowa Otolu, Zulfikar Arna Odenjar, mengatakan, Rembuk UMKM menjadi agenda rutin mempertemukan sesama pelaku UMKM.

“Jika sebelumnya prosesnya berjalan satu arah, maka kali ini dilaksanakan berbeda dengan memberikan kesempatan ke pelaku UMKM menyampaikan keluh kesahnya, lalu dicarikan solusinya bersama,” katanya.

Zulfikar berharap agar para pelaku UMKM dapat bersinergi mewujudkan UMKM binaan PT Vale yang maju dan berkembang.

“Kalau ingin maju bersama, mari kita belajar bersama dan berkolaborasi untuk memajukan UMKM Luwu Timur. Saya juga ingin mengajak UMKM untuk tidak sekedar berjualan, tetapi juga naik level dengan memperkaya pengetahuan tentang berbisnis,” imbaunya.

Sementara itu, Director External Relations, Endra Kusuma mengatakan, kehadiran PT Vale melalui program pemberdayaan masyarakat turut mendorong kemandirian masyarakat, terutama dalam mempersiapkan pasca tambang kelak.

“Pembinaan ini merupakan dukungan agar para pelaku UMKM bisa bertumbuh dan terus berkembang usahanya. Di perjalanannya, program ini disadari belumlah sempurna, namun kita bersama terus melakukan improvement ke depannya. Kami berharap masyarakat bisa mandiri dalam mempersiapkan usaha mereka,” harapnya.

Endra mengungkapkan, kegiatan Rembuk UMKM diharapkan dapat menjadi forum silaturahmi, menjadi tempat berbagi pengetahuan, inspirasi, tips menjalankan usaha, dan forum kolaborasi, ketiga sebagai forum fasilitasi.

“Misalnya UMKM kesulitan dalam mengurus legalitas, atau izin usaha, atau pemasaran hingga kebijakan, maka harapannya kemudian butuh dijembatani ke pemerintah, lembaga atau para pihak terkait lainnya untuk selanjutnya difasilitasi,” pungkasnya. *