MOROWALI – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat komitmen pelestarian lingkungan pesisir melalui program rehabilitasi mangrove yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik di dalam maupun di luar kawasan industri.
Program penanaman mangrove terbaru dilaksanakan di wilayah pesisir Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), dengan melibatkan aparatur pemerintah, mahasiswa Politeknik Industri Logam Morowali, kelompok pecinta mangrove, serta organisasi Lingkar Inovasi Terpadu.
Tenant-tenant yang beroperasi di Kawasan IMIP turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Head of CSR Department PT IMIP, R. Tommy Adi Prayogo, mengatakan bahwa keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi pesisir yang dijalankan perusahaan.
“Kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk melindungi wilayah pantai dari dampak perubahan iklim dan ancaman abrasi,” ujar Tommy, Kamis (8/1).
Ia menjelaskan, penanaman mangrove dilakukan secara terpadu dengan menggunakan sejumlah spesies, antara lain Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.
Di sekitar kawasan industri IMIP, total penanaman mangrove telah mencapai sekitar 10.000 bibit yang tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Sungai Kumpi, Desa Padabaho, dan Desa Bete-Bete.
Selain di kawasan industri, PT IMIP juga melaksanakan restorasi mangrove di sejumlah wilayah pesisir lainnya. Pada Juni 2025, perusahaan mengembangkan dan merehabilitasi 10.700 bibit mangrove di Pantai Dupa Layana, Teluk Palu, Kota Palu.
Program serupa kembali dilaksanakan Desember 2025 lalu di empat lokasi berbeda, yakni Desa Matansala di Kabupaten Morowali dan Desa Tosale di Kabupaten Donggala, Sulteng, masing-masing dengan 10.000 bibit.
Penanaman juga dilakukan di Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari, sebanyak 5.000 pohon, serta di Desa Tapulaga, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan 10.000 bibit mangrove.
Menurut Tommy, rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari program jangka panjang perusahaan dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan perairan.
Selain mangrove, IMIP juga menjalankan program konservasi terumbu karang serta perlindungan keanekaragaman hayati.
“Restorasi mangrove berperan sebagai pelindung alami garis pantai, penahan gelombang, dan habitat biota perairan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan sumber daya perikanan,” ujarnya. **

