PALU – Tanggal 23 Januari lalu, PT Bumi Resources Minerals (BRMS) Tbk sebagai induk usaha dari PT Citra Palu Minerls (CPM) telah memulai uji coba produksi di area kontrak karya pertambangan emas Kelurahan Poboya, Kota Palu.
Uji coba tersebut telah berhasil memproduksi 297 gram dore bullion (campuran emas dan perak) dengan kandungan emas di atas 45 persen.
Menyusul uji coba dimaksud, maka pihak PT CPM sendiri juga sudah merampungkan pembangunan pabrik pengolahan emas di Poboya. Dengan selesainya pembangunan pabrik tersebut, maka selanjutnya PT CPM akan melakukan proses uji coba untuk melihat sejuhmana pabrik tersebut bisa beroperasi dengan baik.
Hal ini dikatakan Manager Eksternal Relation & Permit CPM, Amran Amier, kepada Media Alkhairaat, Kamis (05/03).
Menurutnya, pabrik tersebut bisa diselesaikan meskipun Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja hanya tersisa tiga orang.
Sedianya, kata dia, pembangunan pabrik tersebut melibatkan 14 TKA, namun 11 di antaranya sedang pulang ke China dan belum bisa kembali karena adanya wabah virus corona.
“Pembangunan pabrik sudah selesai dan yang tiga orang (TKA), masih tetap di sini untuk nantinya membantu proses uji coba pabrik,” katanya.
Amran menambahkan, untuk 11 TKA lainnya yang masih ada di China, pihaknya masih menunggu perubahan kebijakan Pemerintah RI dan Pemerintah China terkait corona.
“Sehingga 11 tenaga kerja yang tertahan bisa kembali dan mempercepat proses uji coba pabrik CPM,” pungkasnya.
Sebelumnya, Direktur Utama BRMS, Suseno Kramadibrata, menyampaikan, pengujian wet run (dengan muatan) telah berhasil diselesaikan.
Menurutnya, pengujian diperlukan untuk memastikan bahwa mesin dan peralatan terkait dapat memproduksikan dore bullion.
Menurutnya, dore bullion yang telah diproduksi, diproses lebih lanjut menjadi emas batangan di fasilitas smelter logam mulia di Jakarta.
“Jumlah ini (297 gram dore bullion), cukup untuk memastikan bahwa fasilitas produksi kami di Poboya berjalan lancar,” ujarnya.
BRMS sendiri berencana memproduksikan sekitar 100 ribu ton bijih di tahun 2020, dan 180 ribu ton di tahun 2021. (RIFAY)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.