PALU – Selain program reklamasi, PT Vale juga terus melanjutkan pembangunan proyek tambang dan pabrik pengolahan nikel melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang merupakan kerja sama joint venture dengan perusahaan asal Korea Selatan, GEM Co., Ltd. dan EcoPro.

Dari sisi pengolahan, pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi, saat ini telah mencapai sekitar 27 persen dan ditargetkan rampung pada awal 2027.

Total investasi proyek tersebut mencapai sekitar 2 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, untuk konstruksi tambang fase pertama saat ini telah mencapai 99 persen.

“Harapannya proses ini dapat terus berlanjut untuk pengembangan proyek berikutnya,” ungkap Senior Coordinator Media Relations PT Vale Indonesia Tbk, Suwarny Dammar, belum lama ini.

Ia menambahkan, pengiriman pertama bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi telah dilakukan pada 26 Juli 2025, setelah memperoleh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk produksi sekitar 2,2 juta ton bijih saprolit.

Dari sisi ketenagakerjaan, proyek tambang dan pabrik ini telah menyerap sekitar 5.000 tenaga kerja hingga Oktober 2025, baik di sektor tambang maupun fasilitas pengolahan.

Suwarny menegaskan, perusahaan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja lokal dalam setiap proses rekrutmen.

“Jika ada satu posisi yang dibuka, kami terlebih dahulu mencari kandidat dari masyarakat lokal. Jika belum terpenuhi, kami buka lagi untuk lokal. Setelah itu baru regional dan terakhir nasional,” katanya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan agar keberadaan proyek tambang dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap kehadiran proyek ini memberikan multiplier effect terhadap pendapatan daerah, meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta membuka lapangan kerja baru,” tuturnya.

Ia mencontohkan, sejumlah karyawan yang saat ini bekerja di perusahaan berasal dari masyarakat Morowali.

Dengan berbagai program tersebut, PT Vale berharap pengembangan proyek tambang dan industri pengolahan nikel di Morowali dapat berjalan seiring dengan upaya perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.