PALU – PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali terus memperkuat program pemberdayaan masyarakat di wilayah lingkar tambang melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Program ini menjadi wadah utama untuk menciptakan nilai positif bagi masyarakat sekitar melalui berbagai inisiatif di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Community Development Officer PT Vale IGP Morowali, Salwa Ahmad, mengatakan PPM dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kapasitas komunitas di wilayah operasional perusahaan.
“Di Morowali, Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) menjadi wadah utama untuk menciptakan nilai positif bagi masyarakat sekitar,” kata Salwa, saat kegiatan buka puasa bersama jurnalis di Palu, Kamis (12/03).
Ia menjelaskan, sejumlah program yang dijalankan antara lain pengoperasian Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) berbasis komunitas, program pendidikan vokasional untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal, serta dukungan kesehatan ibu dan anak melalui penyediaan peralatan medis di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
Skema Program PPM
Dalam implementasinya, PPM PT Vale IGP Morowali memiliki beberapa skema pelaksanaan program. Salah satunya adalah Program Partisipasi Desa, yaitu program yang diusulkan oleh pemerintah desa dan dilaksanakan langsung oleh desa setelah melalui proses verifikasi.
“Setiap usulan program yang diajukan desa terlebih dahulu disampaikan kepada kami, kemudian kami meneruskannya kepada pemerintah daerah untuk dilakukan verifikasi. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa program yang diusulkan tidak terjadi double budgeting atau tumpang tindih dengan anggaran pemerintah,” jelas Salwa.
Selain itu, terdapat Program Kemitraan Strategis yang berfokus pada penguatan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan organisasi non-pemerintah (NGO) dalam pelaksanaan program pemberdayaan.
PT Vale juga menjalankan Program Kontribusi Strategis yang diwujudkan dalam bentuk dukungan sponsorship maupun donasi bagi berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Salah satu program unggulan PPM di Morowali adalah Program Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat melalui pembangunan fasilitas TPS3R di Desa Onepute Jaya, Kecamatan Bungku Timur.
Menurut Salwa, fasilitas tersebut saat ini melayani 267 kepala keluarga (KK) yang berasal dari Desa Onepute Jaya, sebagian wilayah Bahomotefe, Alfamidi, dan Penginapan.
“Jumlah pelanggan tersebut tidak kami tentukan secara paksa. Dalam pelaksanaan program ini, kami tidak mewajibkan masyarakat untuk ikut serta. Namun melalui sosialisasi yang dilakukan secara terus-menerus, masyarakat akhirnya ikut bergabung secara sadar dan sukarela,” ujarnya.
TPS3R tersebut dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Valone Jaya. Hingga tahun 2025, fasilitas ini telah mengelola sekitar 219,6 ton sampah, yang terdiri dari 55,8 ton sampah organik, 6 ton sampah anorganik, serta 158,6 ton sampah residu.
Untuk pengelolaan sampah non-organik, pengelola TPS3R bekerja sama dengan para pengepul yang berada di Kabupaten Morowali maupun di Sulawesi Selatan.
Selain itu, pengelolaan sampah juga didukung oleh Bank Sampah Induk (BSI) Kabupaten Morowali yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat.
Sementara itu, hasil pengolahan sampah organik berupa kompos dimanfaatkan oleh Pemerintah Desa Onepute Jaya, PT Vale, masyarakat, serta sejumlah instansi pemerintah.
Selain pengelolaan sampah, PT Vale juga aktif melakukan edukasi lingkungan melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah dasar. Hingga saat ini, sosialisasi terkait pengelolaan sampah telah dilaksanakan di 15 sekolah dasar yang berada di 13 desa wilayah pemberdayaan perusahaan.
Dorong Inisiatif Desa
Program TPS3R yang dijalankan PT Vale juga mulai mendorong munculnya inisiatif pengelolaan sampah secara mandiri di desa-desa lain.
Salwa mengatakan, saat ini Desa Dampala dan Desa Unsongi mulai mengembangkan pengelolaan sampah melalui pembangunan TPS3R dengan dukungan program PPM.
“Melalui dukungan program PPM kami, Desa Dampala membangun TPS3R dan saat ini bangunannya telah selesai. Seluruh peralatan juga sudah tersedia, bahkan sebagian peralatan didukung oleh pemerintah daerah,” jelasnya.
PT Vale saat ini masih melakukan pendampingan kepada kedua desa tersebut, terutama dalam penyusunan peraturan desa (Perdes) serta pembentukan kelembagaan pengelola TPS3R.
Pengembangan Pertanian Organik
Selain program lingkungan, PT Vale juga menjalankan program pengembangan pertanian organik yang melibatkan 30 petani padi dan tiga petani sayuran dengan total luas lahan sekitar 7,87 hektare.
Program ini dilaksanakan di beberapa desa, yaitu Desa Uwelere, Bahomotefe, Onepute Jaya, dan Desa Lele.
Untuk program padi organik, PT Vale bersama mitra telah memperoleh sertifikasi Inofice melalui kolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Tengah dan Dinas Pertanian Kabupaten Morowali.
Dalam rangka memperkuat kapasitas petani, perusahaan juga memberangkatkan 10 orang petani mengikuti Training of Trainers (TOT) di Jawa.
“Harapannya setelah kembali ke desa masing-masing, para petani tersebut dapat menjadi tutor sebaya bagi petani lainnya sehingga praktik pertanian organik dapat terus berkembang di masyarakat,” kata Salwa.
Penguatan UMKM
Di sektor ekonomi masyarakat, PT Vale juga menjalankan program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu program unggulan yang saat ini dikembangkan adalah produksi ikan asap dan sambal ikan yang diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

