SIGI — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, KH. Zainal Abidin, menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan dalam menjaga dan menanamkan nilai keimanan kepada generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiah pada peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Gedung Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taiganja, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, Sabtu (24/1) pagi.
KH. Zainal Abidin menyampaikan bahwa tantangan keimanan umat Islam saat ini semakin kompleks, sehingga dibutuhkan figur pendidik yang tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi contoh nyata dalam sikap, akhlak, serta keteguhan iman.
“Peristiwa Isra Mi’raj merupakan bentuk seleksi iman. Tidak semua orang mampu menerima dan meyakini peristiwa besar tersebut. Dari sana kita belajar bahwa orang yang kuat adalah mereka yang sanggup menghadapi ujian, tantangan, dan cobaan,” ujarnya.
Menurutnya, guru memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter dan keimanan peserta didik. Guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, melainkan pendidik yang menanamkan nilai-nilai keislaman melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga meluruskan pemahaman mengenai ajaran Nabi Muhammad SAW dalam mendidik anak, termasuk hadis tentang perintah mendidik anak pada usia tertentu. KH. Zainal menegaskan bahwa ajaran tersebut harus dipahami secara bijak dan kontekstual, bukan dimaknai secara keliru atau dengan pendekatan kekerasan.
“Pendidikan dalam Islam bukanlah kekerasan, melainkan pembinaan yang mendidik, penuh hikmah, dan tanggung jawab. Di sinilah peran guru menjadi sangat penting, karena guru adalah contoh hidup bagi murid-muridnya,” tegasnya.
Dalam tausiahnya, KH. Zainal Abidin juga menjelaskan makna perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa sebagai perjalanan spiritual yang sarat dengan nilai keimanan, ilmu, dan ketaatan kepada Allah SWT.
Pemahaman terhadap peristiwa tersebut, lanjutnya, harus didasarkan pada Al-Qur’an, sejarah, serta ilmu agama yang benar.
Peringatan Isra Mi’raj tersebut diselenggarakan oleh Dharma Wanita Persatuan Unit Rayon I Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sigi. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Sigi yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Anwar, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sigi, para guru, serta anggota Dharma Wanita.

