PALU – Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. KH. Zainal Abidin, menegaskan pentingnya kejujuran dan integritas bagi para pejabat dalam menjalankan amanah di pemerintahan. Hal itu disampaikannya dalam tausyiah pada Syukuran Akbar 1 Tahun Pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah H. Anwar Hafid dan dr. Reny A. Lamadjido (BERANI), yang dirangkaikan dengan pelepasan Tim Safari Ramadan Pemprov Sulteng di pelataran Masjid Baitul Khairaat, Ahad (22/2) sore.

Acara tersebut turut dihadiri dua mantan Gubernur Sulawesi Tengah, Jenderal (Purn) HB. Paliudju dan H. Rusdy Mastura, bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, dan ribuan Jemaah. Dalam tausyihanya, Prof. Zainal menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kemampuan teknis, tetapi terutama oleh kejujuran para pemegang amanah.

“Kita membutuhkan orang pintar, tetapi jauh lebih penting adalah orang jujur. Tanpa kejujuran, jabatan hanya akan menjadi alat kepentingan pribadi,” ujarnya.

Guru Besar UIN Datokarama Palu mengaitkan puasa Ramadan, yang menurutnya bukan sekadar ibadah ritual, tetapi proses pembentukan karakter. Puasa, menurut dia, harus melahirkan pribadi yang berakhlak, bertanggung jawab, dan menjaga amanah publik.

“Puasa harus berdampak pada akhlak dan harmoni sosial. Kalau seseorang berpuasa, maka ia harus mampu menjaga hak orang lain, bukan hanya menahan lapar dan dahaga,” tegasnya.

Untuk menggambarkan pentingnya integritas, Prof. Zainal menyampaikan kisah tentang seorang pimpinan perusahaan yang menyeleksi penggantinya melalui ujian sederhana. Dari ilustrasi tersebut, ia menekankan bahwa integritas dan loyalitas jauh lebih bernilai daripada ambisi jabatan.

Menurutnya, pejabat yang jujur adalah mereka yang tidak hanya menghindari pelanggaran. Tetapi juga menjaga kepentingan masyarakat dalam setiap kebijakan dan tindakan. Di hadapan jajaran pemerintah dan tamu undangan, ia berharap pemerintahan Anwar–Reny terus memperkuat nilai-nilai etika dan transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

“Kejujuran adalah fondasi utama membangun daerah. Jika para pejabat menjaga integritas, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan pembangunan akan berjalan lebih baik,” pungkasnya.