Jakarta– Indonesia secara resmi bergabung sebagai anggota New Development Bank (NDB) setelah Presiden Prabowo Subianto mengumumkan keputusan ini usai bertemu dengan Presiden NDB, Dilma Vana Rousseff, di Istana Merdeka, Jakarta.

Langkah tersebut menjadi tonggak penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia, yang berkomitmen pada prinsip bebas aktif serta keadilan dalam kerja sama ekonomi global.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keanggotaan Indonesia di NDB merupakan strategi untuk memperkuat kemitraan ekonomi internasional serta meningkatkan akses pendanaan pembangunan lebih adil dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan global, terutama dalam aspek inklusi ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Menanggapi hal ini, Adi Prianto, Penjabat Sementara (Pjs.) Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Rakyat Adil Makmur (DPP PRIMA), menyatakan bahwa keputusan Indonesia untuk bergabung dengan NDB merupakan langkah berani dari pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurutnya, dalam kondisi ekonomi dan politik global penuh ketidakpastian, Indonesia menunjukkan kemandirian dalam kebijakan luar negeri, tanpa bergantung pada satu kekuatan ekonomi tertentu.

“Di tengah kebijakan proteksionisme di Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik di Eropa, keputusan ini membuktikan bahwa Indonesia tidak hanya terpaku pada kemitraan ekonomi tradisional. NDB menjadi alternatif pendanaan yang lebih seimbang dan berkeadilan,” ujar Adi.

Lebih lanjut, Adi menjelaskan bahwa Indonesia kini memiliki opsi pendanaan lain di luar Eropa dan Amerika Serikat. Menurutnya, langkah ini mencerminkan politik luar negeri bebas aktif, di mana Indonesia dapat memilih sumber pendanaan yang lebih fleksibel, tanpa harus terikat pada satu pihak.

DPP PRIMA menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Indonesia bergabung dengan NDB. Adi berharap bahwa dengan keanggotaan ini, Indonesia dapat mempercepat hilirisasi industri nasional, terutama di sektor energi. Ia menekankan pentingnya pembangunan kilang energi baru dan infrastruktur sosial, yang akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia dalam lima tahun ke depan.

“Keberadaan NDB akan sangat membantu pendanaan infrastruktur vital, seperti jalan, jembatan, dan kilang energi. Ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan dan penciptaan lapangan kerja baru di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, New Development Bank (NDB) adalah lembaga keuangan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan). NDB berfokus pada pembiayaan proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan di negara-negara berkembang dengan prinsip transparansi, keadilan, dan percepatan pertumbuhan ekonomi.

REPORTER :**/IKRAM