PALU – Menteri Pertanian (Mentan) Sayhrul Yasin Limpo menyahuti undangan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri untuk menghadiri kegiatan Muktamar XI Alkhairaat XI, akhir Maret mendatang.
“Insya Allah jika tidak ada acara yang urgen saya hadir,” kata Mentan saat menerima kehadiran Ketum PB Alkhairaat bersama rombongan dan anggota DPR RI, Ahmad M Ali, di ruang kerjanya, Kamis (05/03).
Pada kesempatan itu, Mentan juga mengajak Alkhairaat agar terlibat aktif dalam pembangunan pertanian
“Sulawesi Tengah itu sudah seperti daerah saya sendiri, karena itu ayo kita sama-sama terlibat membangun pertanian Indonesia. Habib Ali dan teman-teman Universitas Alkhairaat coba membuat program pertanian dan peternakan yang bisa kita intervensi. Potensi keluarga besar Alkhairaat sangat besar untuk jadi modal dalam program kementerian ini,” kata Menteri Pertanian.
Pada kesempatan itu, Mentan juga minta didoakan oleh Habib Ali dan keluarga besar Alkhairaat agar mampu melaksanakan tanggung jawab yang diberikan negara kepadanya.
Atas ajakan tersebut Habib Ali berjanji akan segera mengoordinasikan dengan Pengurus Besar Alkhairaat, termasuk jajaran Universitas Alkhairaat.
Di kesempatan itu, Anggota DPR RI, Ahmad M Ali juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah menemui Presiden Jokowi, beberapa waktu lalu.
“Pak Presiden sudah bersedia hadir membuka muktamar. Waktu pelaksanaannya mengikuti jadwal Bapak Presiden,” sambung Ahmad Ali.
Terkait pelaksanaan Muktamar Besar Alkhairaat XI nanti, Steering Commitee (SC) atau Panitia Pengarah telah menggelar rapat di ruang kerja Ketua Umum PB Alkhairaat, Rabu (04/03) malam. Rapat itu membahas Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Perhimpunan Alkhairaat yang merupakan salah satu draft dokumen yang akan dibicarakan dalam muktamar nanti.
Hadir dalam rapat tersebut Ketua SC Prof. Dr Zainal Abidin, Lukman S. Thahir, Kasman Jaya Saad, Pimpinan Pondok Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo Habib Ali Hasan Aljufri, H. Mohsen Alaydrus, Nisbah, Irfan, dan Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Dr Umar Alatas.
Dalam kesempatan itu, sejumlah pasal dirampungkan, seperti wewenang dan tugas Dewan Ulama Alkhairaat hingga yang dalam klausulnya berbunyi bahwa Dewan Ulama bertugas untuk membahas dan mengkaji masalah-masalah kontemporer.
Selain itu pasal tentang Dewan Pakar Alkhairaat yang bertugas membahas dan mengkaji masalah sosial keagamaan, pendidikan, politik, ekonomi, kesehatan dan lingkungan.
Poin penting lainnya juga diatur mengenai wewenang dan tugas Pengurus Besar Alkhairaat, yang memiliki kewenangan menjalankan seluruh keputusan Muktamar.
Di sesi akhir, mereka juga membahas tugas dan kewenangan dari Badan Otonom (Banom) di lingkungan perhimpunan Alkhairaat.
Dalam draft itu menyebutkan, Banom Alkhairaat memiliki tugas untuk membantu pelaksanaan program dan kegiatan PB Besar Alkhairaat.
Selanjutnya, tim ini akan merampungkan sejumlah draft penting lainnya untuk dibahas pada pelaksanaan Mukatamar XI nanti. (NANANG IP/RIFAY)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.