PARIMO – Menghadapi potensi kebakaran lahan, kebakaran rumah, serta dampak angin kencang pada musim kemarau, Polsek Parigi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) memperkuat koordinasi lintas instansi.
Langkah ini menjadi upaya aparat di Kecamatan Parigi untuk menekan risiko bencana selama musim kemarau agar tidak berkembang menjadi musibah besar, guna meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat penanggulangan bencana.
Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam rapat lintas instansi yang digelar di Parigi, Senin (2/2).
Dalam rapat itu, para pihak mengidentifikasi berbagai potensi kerawanan bencana yang kerap terjadi saat musim kemarau, khususnya kebakaran lahan dan permukiman padat penduduk akibat cuaca panas ekstrem dan angin kencang.
Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi kuat antarinstansi serta dukungan aktif masyarakat.
“Musim kemarau adalah fase rawan. Satu kelalaian kecil, seperti membakar lahan, bisa berujung pada bencana besar. Karena itu kami sepakat meningkatkan patroli terpadu, mempercepat respon, dan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat. Pencegahan adalah kunci utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Polsek Parigi berkomitmen menghilangkan ego sektoral dalam penanganan bencana demi keselamatan masyarakat. Menurutnya, kesiapan dan koordinasi yang baik akan mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran maupun bencana alam lainnya.
Rapat tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, di antaranya peningkatan patroli di titik-titik rawan kebakaran, intensifikasi imbauan larangan pembakaran lahan, penyiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, serta penguatan mekanisme pelaporan cepat dari masyarakat.
Selain itu, komunikasi lintas instansi akan terus diperkuat guna memastikan setiap kejadian bencana dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

