POSO – Kepolisian Resor (Polres) Poso memfasilitasi rapat mediasi terkait penyaluran BBM subsidi jenis solar antara Forum Pembela Masyarakat Cinta Damai (FPMCD), perwakilan sopir truk, pihak SPBU, dan PT Pertamina Patra Niaga Poso.
Mediasi berlangsung di ruang kerja Kapolres Poso yang dipimpin langsung Wakapolres Poso, Kompol Suriadi, didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Poso, Kamis (21/5).
Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan distribusi solar subsidi yang selama ini dikeluhkan para sopir truk.
Dalam forum itu, Kompol Suriadi meminta seluruh pihak mengedepankan solusi bersama demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, distribusi BBM subsidi menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga diperlukan koordinasi yang baik.
“Kami ingin seluruh kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik, sehingga koordinasi antar pihak sangat diperlukan, agar distribusi BBM subsidi berjalan lebih tertib dan merata,” ujar Waka Polres Suriadi.
Kasat Intelkam Polres Poso AKP La Ode Muhammad Alaudin menambahkan, kebutuhan solar subsidi bagi sopir truk merupakan persoalan penting karena berkaitan langsung dengan aktivitas transportasi dan roda perekonomian masyarakat.
Sehingga distribusi BBM subsidi harus berjalan tertib dan tepat sasaran, agar tidak memicu keresahan di tengah masyarakat.
“Olehnya, kami meminta seluruh pihak bersama-sama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Dalam rapat tersebut, sejumlah usulan turut dibahas, mulai dari pengaturan jadwal pengisian BBM untuk kendaraan truk, penerapan sistem antrean yang lebih tertib, hingga pendataan kendaraan berdasarkan wilayah SPBU masing-masing.
Fuel Manager PT Pertamina Patra Niaga Poso, Ringga Permana, menyampaikan pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertamina juga mengusulkan pengaturan jam pengisian untuk mengurangi antrean panjang dan mencegah potensi gesekan di lapangan.
Ketua FPMCD Muhaimin Yunus mengapresiasi langkah Polres Poso yang membuka ruang dialog bagi seluruh pihak.
“Kami berharap kedepan pelayanan solar subsidi dapat berjalan lebih adil bagi para sopir truk serta tidak lagi memunculkan konflik di tengah masyarakat,” tutupnya.

