DONGGALA – Polres Donggala bersama satuan Brimob Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), dan TNI bergotong royong membangun jembatan darurat untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat bencana longsor dan banjir bandang.
Jembatan ini menghubungkan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan, dan Desa Wani III, Kecamatan Tanantovea.
Dalam operasi kemanusiaan ini, dikerahkan terdiri dari 92 personel Polres Donggala, 102 personel Sat Brimobda Polda Sulteng, 30 personel TNI AD, 25 personel BPBD Donggala, serta tim kesehatan Bid Dokkes Polda Sulteng yang memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak.
Kapolres Donggala melalui Kasi Humas Polres Donggala, Iptu Andhi Mardjianto, dihubungi media ini, Ahad (18/1), mengatakan, pembangunan jembatan merupakan langkah cepat Polri untuk membantu masyarakat terdampak.
“Pak Kapolres Donggala AKBP Angga Dewanto Basari, turut terlibat langsung dalam proses pembangunan untuk memastikan pekerjaan berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran,” ujar Andi.
Andi menerangkan, berdasarkan data terakhir per 14 Januari 2026, banjir bandang di Desa Labuan Kungguma berdampak kepala keluarga dengan total 258 jiwa.
“Tercatat satu rumah hanyut, fasilitas umum yang terdampak yakni jembatan penghubung Desa Wani III dan Desa Labuan Kungguma Putus. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini,” pungkas Andi. ***

